AmboinaMusik

Kaihulu Band Ambon Memukau Dunia Lewat Harmoni Reggae Pesisir

Membawa Musik Lokal Membius Penonton Internasional

potretmaluku.id – Di era digital, batas-batas geografis seolah sirna. Sebuah video dari kota Ambon, Maluku, berhasil menembus ribuan kilometer hingga ke Amerika Latin, memicu kekaguman tak terduga.

Semua bermula dari sebuah kanal YouTube bernama Feature Friday, yang dikelola oleh duo Efra Herrera dan Waleska Herrera. Dikenal karena konten mereka yang kerap mengeksplorasi musik dari berbagai belahan dunia, kali ini keduanya disajikan dengan sebuah rekaman penampilan musik dari Indonesia Timur.

Dengan rasa penasaran, mereka menekan tombol “putar”, tidak menyadari bahwa beberapa menit ke depan, mereka akan diperkenalkan pada sebuah permata musik yang memadukan keindahan alam Ambon dengan irama global.

Reaksi spontan mereka terekam jelas dalam video berjudul, “WTF they are amazing singers! Latinos react to Ambonese – East Indonesian Music for the first time.”

Suara vokal yang jernih, harmonis, dan kuat langsung menarik perhatian Efra dan Waleska. Mereka tidak bisa menyembunyikan kekaguman, berulang kali mengucapkan, “The vocalists are really the stars of this show.”

Lebih dari sekadar vokal, mereka juga takjub dengan perpaduan musik yang dibawakan Kaihulu Band. Efra dan Waleska terkejut menemukan sentuhan reggae, pop, dan rock yang menyatu apik dengan irama tradisional Ambon.

“Itu perpaduan yang sangat keren,” ujar Efra. Waleska menambahkan, “Aku tidak pernah berpikir akan mendengarkan reggae dari Indonesia!”

Video reaksi yang diposting pada 23 Juli 2025 ini, sudah disukai sebanyak 2,1 ribu kali dan mendapatkan 37.193 penayangan saat ditengok redaksi potretmaluku.id, Sabtu, 9 Agustus 2025, pukul 15.31 WIT.

Efra, yang memiliki latar belakang musik, menyoroti bagaimana irama Karibia seperti reggae bisa menemukan tempatnya di kepulauan Indonesia. Baginya, ada kesamaan nuansa antara budaya pesisir Karibia dan Maluku yang memungkinkan perpaduan tersebut terjadi.

“Rasanya sangat cocok dengan lingkungannya,” katanya. Waleska setuju, menambahkan bahwa musik ini terdengar otentik dan “tepat” di lingkungan Ambon yang dikelilingi laut.

Video yang ditonton oleh Efra dan Waleska adalah bagian dari sebuah festival yang diadakan selama pandemi. Meskipun belum terlalu populer di ranah yang lebih luas, penampilan Kaihulu Band ini menjadi bukti kuat bahwa musik dari Ambon memiliki kualitas internasional. Mereka melihatnya sebagai pengalaman budaya yang berharga, sesuatu yang ingin dinikmati oleh banyak orang.

Reaksi Efra dan Waleska adalah cerminan dari daya tarik universal musik. Tanpa perlu memahami lirik, harmoni, ritme, dan emosi yang disampaikan melalui musik mampu melampaui batas bahasa dan budaya.

Kisah Kaihulu Band ini menjadi pengingat bahwa di setiap sudut kepulauan Indonesia, terdapat permata-permata budaya yang menunggu untuk ditemukan dan memukau dunia. Media sosial, khususnya YouTube, kini menjadi jembatan yang menghubungkan musisi lokal dengan audiens global.

Perpaduan unik antara musik tradisional dan modern yang dibawakan Kaihulu Band tak hanya mempromosikan seni Maluku, tetapi juga menginspirasi musisi lain untuk berani bereksperimen.

Ini adalah perayaan kreativitas, di mana tradisi tidak hilang melainkan diperbarui, dan pesan dari sebuah pulau di Indonesia Timur berhasil menyentuh hati penonton di sisi lain bumi. Sebuah bukti nyata bahwa musik adalah bahasa universal yang sesungguhnya.(ZAI)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button