AmboinaLingkunganMalukuMaluku Tengah

Jalan Lintas Morella-Liang Rusak Parah, Warga Minta Perhatian Pemda & DPRD

potretmaluku.id – Warga di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), kembali menyuarakan keprihatinan terhadap kerusakan ruas jalan lintas Negeri Morella – Negeri Liang.

Pasalnya, jalan yang merupakan akses penunjang potensi pariwisata yang menghubungkan wilayah kecamatan Leihitu dan Salahutu itu telah mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun.

Salah satu jembatan darurat yang dibangun oleh masyarakat Negeri Liang dari balok kayu dan papan di wilayah tersebut, pun kerap mengalami kerusakan di setiap musim hujan.

Kini kondisi jembatan tersebut mulai lapuk. Bahkan jembatan itu pernah memakan korban jiwa. Namun itu jauh dari perhatian pemerintah.

“Kami harap ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan juga DPRD Maluku. Supaya akses jalan ini segera diperbaiki,”ujar salah satu pengguna jalan, Manaf Tatisina, Selasa (10/6/2025).

Menurutnya, tidak sedikit kendaraan roda dua maupun roda empat yang hampir jatuh saat melintas jalur tersebut.

Dia berharap, pemerintah tidak menunggu hingga terjadi kecelakaan serius baru bertindak. Karena masyarakat butuh akses jalan yang baik dan juga keberadaan jembatan penghubung yang layak.

“Ruas jalan ini juga cukup vital dalam menunjang aktivitas sosial-ekonomi warga di pesisir Leihitu dan Salahutu, Pulau Ambon,”katanya.

Sebelumnya jembatan ini sempat viral lewat akun TikTok bernama @affan uluputty. Video itu memperlihatkan sejumlah warga Negeri Liang sedang saling membantu mengangkat sebuah mobil pick-up yang terperosok saat melintas di badan jembatan.

Mereka mengeluh karena jembatan darurat yang dikerjakan secara swadaya pada tahun 2022 lalu, tidak pernah diperbaiki olah Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku. Padahal akses itu merupakan sarana penunjang pariwisata di sepanjang pantai wilayah tersebut.

IMG 20250610 170834
Sejumlah warga terlihat mengangkat sebuah mobil pick-up yang terperosok di jembatan darurat jalan lintas Morella-Liang, Selasa (10/6/2025). (foto : warga)

“Dewan Leihitu coba kamong perhatikan akang barang ini, kalo seng katong potong akang. Katong masyarakat yang tanggulangi akang, sapa ada kase anggaran, seng ada. Su brapa tahun ini,”tegas Tamun Tuny, dalam video tersebut menggunakan dialeg melayu Ambon.

Ucapan warga itu menunjukkan keresahan terhadap pemerintah yang mengabaikan akses jalan tersebut. Tayangan ini mendapat 50 komentar dengan 116 kali dibagikan. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button