Pendapat

Iwan Azis, Gaya Nonton Film Era Jadul, Hingga Pengurus Organisasi Bioskop

PENDAPAT

Selanjutnya, pernah pula berdiri Dewi Theatre di Jalan Gunung Bulusaraung, sekarang Jalan Jenderal M. Jusuf. Sebelumnya, bioskop ini bernama City Theatre, yang dominan memutar film-film Hollywood.

Setelah berganti nama, segmen bioskop juga berubah, menjadi film-film Bollywood, India. Di dekat bioskop ini juga terdapat Paramount Theatre, yang spesial memutar film-film barat.

Di Jalan Gunung Bulusaraung, terdapat pula satu bioskop untuk segmen kelas menengah ke bawah. Namanya, bioskop Djaja, biasa memutar film-film second running. Sebelum itu, bioskop ini punya nama Murni Theatre.

Harga karcisnya, kala itu, ada tiga jenis, yakni kelas 1 senilai Rp2,50, kelas 2 Rp1,50, dan kelas 3 cuma Rp0,75 sen. Bandingkan dengan rata-rata harga karcis, saat itu, yakni kelas 1 Rp3,50, kelas 2 Rp2,50, dan kelas 3 Rp1,25. Pilihan lainnya, orang bisa juga memilih menonton di balkon yang harga karcisnya setara kelas 1.

Bioskop sejenis Djaja ini ada pula di Jalan Kajaolalido, namanya Gembira Theatre. Di jalan yang berada di sisi barat Lapangan Karebosi ini, terdapat pula bioskop Mitra, yang beberapa kali berganti nama.

Sebelum diberi nama Mitra, bioskop ini bernama bioskop Madya. Sebelumnya lagi, bioskop yang termasuk elit di masanya ini bernama Empress Theatre, berdampingan dengan Empress Hotel. Di bekas lokasi bioskop itu, kini berdiri bank, sedangkan lokasi hotel berubah menjadi sekolah.

Masih ada lagi bioskop Ratu di Jalan Lembeh, yang kemudian menjadi Roxy Theatre. Film barat, Mandarin, dan film Jepang, tayang di bioskop ini. Di Jalan Gunung Latimojong, juga terdapat biskop Apollo Theatre.

Sementara di Jalan Sultan Hasanuddin, berdiri bioskop Istana nan megah. Bioskop ini sebelumnya bernama Plaza Theatre. Bioskop yang termewah pada masanya ini, memutar film-film barat, Indonesia, dan Mandarin.

Di Jalan Gunung Lompobattang, terdapat pula Artis Theatre, yang memutar film-film barat dan India. Sempat pula ada Artis II, sebagai bukti tingginya minat penonton bioskop, kala itu.

Menariknya, ketika film India tayang, banyak tukang becak parkir di depannya, hanya untuk bisa mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan dalam film tersebut. Tak jauh dari situ, di kawasan Pasar Sentral, pernah pula berdiri bioskop Ampera.

Masih ada lagi daftar nama-nama bioskop yang pernah tercatat menghibur warga Kota Anging Mammiri ini. Sebut di antaranya bioskop Alhambra di Jalan Merpati, bioskop Indonesia di Jalan Banda, dan bioskop Mutiara di Jalan Veteran.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4 5 6Next page

Berita Serupa

Back to top button