Imajinasi Anak-Anak Tentang Kota Inklusi dan Berkelanjutan

Pemahaman inilah, yang membuat saya kagum dan salut pada anak-anak yang diberi ruang dan mengambil peran dalam kegiatan yang dihelat oleh UK PACT (UK Partnering for Accelerated Climate Transitions), Konsorsium II, yang dipimpin WRI (World Resources Institute).
Saya lalu mendekat, ngobrol dengan Elisabeth Abdriani Angel Tay dan Andini Angreiny. Keduanya merupakan siswa kelas XI Perhotelan 1, SMK Negeri 6 Makassar. Ada satu teman mereka, Azzahra Federika, yang jadi bagian dari tim desain visualisasi Lego-Lego yang ditampilkan itu.
Mereka yang biasa bertandang ke kawasan Center Point of Indonesia (CPI), pasti tahu Lego-Lego. Tempat pleasure dan rendezvous di kawasan reklamasi ini berada di sisi barat Pantai Losari, Kota Makassar.
Menurut Elisabeth dan Andini, mereka menyelesaikan maket itu hanya dalam tempo 2 hari. Maket Lego-Lego dari bahan-bahan sederhana itu, dipilih dan dibuat karena alasan di sana banyak lahan kosong.
Sehingga sangat memungkinkan untuk ditanami tumbuhan hijau. Keduanya mengaku, biaya pembuatan maket ini mendapat bantuan dari UK PACT.
Meski masih belia, keduanya cukup fasih dan argumentatif memaparkan hasil kerjanya. Mula-mula, katanya, mereka membuat strategi kunci tentang konsep desain Lego-Lego. Yakni, untuk meningkatkan aksesibilitas rendah karbon, berupa perencanaan jalur baru bagi pejalan kaki.
Juga menyediakan jalur bagi pengguna sepeda, serta menyediakan layanan penyewaaan sepeda guna mendukung aktivitas olahraga yang aman dan nyaman di sana.
Dalam konsepnya, mereka juga akan mengoptimalkan rute transportasi publik. Mereka akan meningkatkan layanan bus kota serta merancang jalur pedestrian yang terintegrasi dengan titik transit. Selain itu, juga menyediakan tempat tunggu di area transit guna menghadirkan kenyamanan bagi pengguna.
Setelah meninjau lokasi di sana, mereka menyarankan agar tenan-tenan yang ada di Lego-Lego dimundurkan, biar ada ruang yang lebih lapang. Begitupun di sekitar area Masjid 99 Kubah atau Masjid Asmaulhusna, disarankan agar ditanami tumbuhan hijau yang rimbun.
Dr Ir Mursalim, ST, mengaku kagum dengan kemampuan Elisabeth, Andini, dan Azzahra. Sebab, walau anak-anak ini mengambil jurusan perhotelan tapi mampu membuat miniatur kawasan dalam bentuk maket.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi




