potretmaluku.id – Desakan DPP HENA HETU kepada Kapolda Maluku untuk mencopot Dirbinmas Polda Maluku, Kombes Pol. Hujra Soumena S.I.K dari jabatan Upu Pasalo’ok pada paguyuban masyarakat adat Jazirah HETU JAZIRAH dinilai keliru.
Pasalnya, Upu Pasalo’ok tidak termasuk dalam struktur organisasi, namun Upu Pasalo’ok adalah gelar kehormatan yang disematkan oleh para Latupati atau raja-raja se-Jazirah kepada Kombes Pol Hujra sebagai pengayom, pelindung, perangkul bagi organisasi masyarakat adat HETU JAZIRAH.
Fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HETU JAZIRAH, Rauf Pelu menegaskan, gelar Upu Pasalo’ok yang melekat pada Kombes Pol. Hujra Soumena tidak terdapat pada struktur kepengurusan.
“Teman-teman di HENA HETU harus faham aturan organisasi danfaham undang-undang. Hal-hal seperti itu harus dilihat secara jernih,” ujar Rauf.
Dia menjelaskan, Upu Pasalo’ok adalah gelar kehormatan kepada Hujra, yang dikukuhkan oleh Majelis Latupati Jazirah sebagai pelindung, pengayom, perangkul bagi masyarakat maupun HETU JAZIRAH, dan itu bukan atas kemauan pribadi Hujra.
“Sekali lagi saya tegaskan bahwa Upu Pasalo’ok adalah gelar kehormatan dari Latupati dan masyarakat adat Jazirah, bukan jabatan sipil dan jabatan dalam struktur organisasi. Jadi apa yang disanggahkan oleh teman-teman di HENA HETU, sangat keliru,”jelasnya.
Sementara terkait pernyataan anggota DPRD Maluku Wahid Laitupa yang menyesalkan pembentukan HETU JAZIRAH, kata Rauf, pembentukkan HETU JAZIRAH sama sekali tidak mengganggu eksistensi daripada HENA HETU. Apalagi mengganti nama, itu bukan hak HETU JAZIRAH.
“Jadi kalau pak Wahid mengaku menyesal karena HENA HETU diganti, itu tidak benar. Karena aturan atau prosedur untuk mengganti nama organisasi itu biasanya dibahas dan diputuskan dalam rapat pengurus organisasi itu sendiri,”tegas Rauf.
Kata dia, pembentukkan HETU JAZIRAH ini berangkat dari kondisi Jazirah saat ini. Dimana Latupati merasa resah karena tidak dilibatkan dalam hal-hal yang berkaitan dengan Jazirah, sehingga menghendaki raja-raja atau Latupati untuk membentuk paguyuban masyarakat adat jazirah yang diberi nama HETU JAZIRAH atau membangun Jazirah.
“Tidak ada mengganti nama atau organisasi HENA HETU. Silakan HENA HETU eksis, dan HETU JAZIRAH eksis. Silakan masing-masing jalan saja. Karena HETU JAZIRAH adalah representasi dari seluruh raja-raja dan masyarakat Jazirah,”tandasnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



