Dukungan juga datang dari komunitas Biara Nazareth. Suster-suster yang menjaga tempat ini dengan senang hati memberikan izin, meskipun acara musik besar di lingkungan biara bukanlah hal yang biasa.
“Kami sempat ragu, takut terlalu bising untuk tempat setenang ini. Tapi suster-suster di sini sangat terbuka dan menyambut dengan hangat. Ini benar-benar hidden gem!” ujar Grizzly Cluive.
Setelah Hela Napas, Apa Selanjutnya?
Bagi Grizzly Cluive, Hela Napas adalah sebuah awal. Album ini menjadi ajang eksplorasi, dan tentu saja, ada banyak pembelajaran yang didapat.
“Album pertama ini trial and error. Sekarang beta sudah tahu bagaimana harus menulis album kedua,” katanya.
Ke depan, ia ingin tetap menjaga ekosistem musik komunitasnya. Tak hanya fokus pada musik sendiri, tetapi juga mendukung musisi lain agar bisa berkembang bersama.
Event-event komunitas tetap akan menjadi bagian dari perjalanannya, memastikan bahwa musik yang lahir dari komunitas bisa terus bernafas dan berkembang.

Hela Napas: Musik untuk Merayakan Hidup
Album ini bukan sekadar kumpulan lagu, tetapi sebuah pengalaman. Ada nuansa santai, ada refleksi, ada kegembiraan, dan ada ajakan untuk lebih menikmati hidup.
Seperti bunga matahari yang terus menghadap ke arah cahaya, Hela Napas adalah representasi dari harapan, keceriaan, dan kehangatan. Dan bagi siapa pun yang mendengarnya, album ini adalah sebuah undangan untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan merayakan momen-momen kecil yang berarti.
Jadi, sudah siap untuk sans dulu dan menikmati Hela Napas?(Tiara Salampessy)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



