Genjot Fiskal Terbatas, Maluku Tenggara Bidik Lima Prioritas Pembangunan 2027
potretmaluku.id – Lima sektor prioritas akan menjadi panglima pembangunan Maluku Tenggara pada 2027 mendatang. Mulai dari penanganan stunting di wilayah kepulauan hingga penciptaan iklim investasi, pemerintah daerah berupaya mengonversi tren inflasi menjadi momentum pertumbuhan bagi petani dan nelayan.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara resmi menetapkan lima fokus prioritas tersebut dalam Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.
Penetapan ini menjadi upaya strategis daerah untuk menjawab tantangan ekonomi makro, terutama dalam menekan angka kemiskinan yang saat ini masih bercokol di angka 21,16 persen.
Wakil Bupati Maluku Tenggara, Carlos Viali Rahantokna, menegaskan bahwa seluruh program kerja perangkat daerah pada 2027 harus memiliki basis data yang kuat agar tidak terjadi inefisiensi anggaran.
Menurutnya, percepatan penanganan isu krusial seperti stunting harus menjangkau hingga ke pelosok desa dan wilayah kepulauan.
“Program harus lebih tepat sasaran. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi fondasi utama,” ujar Carlos saat mewakili Bupati dalam Forum Konsultasi Publik di Aula Kantor Bupati, Senin, 23 Februari 2026.
Selain masalah sosial, Carlos menyoroti pentingnya perluasan lapangan kerja sebagai solusi menekan angka pengangguran.
Ia mendorong penguatan pelatihan vokasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar siap bersaing di sektor-sektor unggulan seperti kelautan, perikanan, dan pariwisata.
Pemerintah daerah juga menaruh perhatian serius pada daya beli masyarakat. Seiring dengan tren inflasi tahun 2025 yang mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi, Carlos menginginkan dampak pertumbuhan tersebut dirasakan secara nyata oleh para petani dan nelayan di daerah.
Di sektor infrastruktur, arah pembangunan pada 2027 akan difokuskan pada penguatan konektivitas wilayah. Carlos mengingatkan bahwa di tengah keterbatasan fiskal yang dialami daerah, setiap proyek infrastruktur harus diarahkan sebagai mesin penarik pertumbuhan ekonomi rakyat.
“Efektivitas menjadi kunci. Pembangunan infrastruktur harus berkontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat luas,” pungkasnya.(TIA)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi


