Gempabumi Guncang Pulau Ambon dan Seram, Sempat Bikin Panik Warga
potretmaluku.id – Sejumlah wilayah di Pulau Ambon dan Pulau Seram, Provinsi Maluku diguncang gempabumi yang terjadi pada pukul 18:31:20 WIT, Minggu (22/6/2025).
Meski hanya dirasakan sesaat dan tidak berpotensi tsunami, namun guncangan gempabumi tersebut sempat membuat panik warga. Warga mengaku, gempa dirasakan selama dua kali. Namun kali kedua yang dirasakan cukup kuat.
“Panik lah. Gempa paleng (sangat) kuat. Pertama itu pelan saja, tarus lanjut kedua dengan yang paleng kuat,”kata Suad Lessytusen, salah satu ibu rumah tangga di Negeri Liang, Pulau Ambon saat dikonfirmasi potretmaluku.id.
“3,6 saja, bikin lutut-lutut gemetar,” tulis salah satu warga pada akun facebook Marwah Khairunnisa Dano.
“Stop jua kasihan e,” tulis warga laiinya dikutip dari akun facebook, Opier Najjum.
Sementara itu, berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), gempabumi terjadi sebanyak dua kali. Masing-masing dengan kekuatan magnitudo 3,6 dan magnitudo 4.9.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.47 LS ; 128.65 BT, atau tepatnya berlokasi di laut 6 km Baratdaya Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
“Gempabumi itu terjadi pada kedalaman 10 km. Wilayah Ambon, Kairatu, Saparua diguncang gempabumi tektonik,”kata Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Djati Cipto Kuncoro.
Dia menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif.
Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Ambon, Kairatu, Saparua dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,”ujarnya.
Kata Kuncoro, hasil monitoring BMKG belum menunjukan adanya aktivitas gempabumi susulan. Meski begitu, dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,”Imbuh Kunciro. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



