AmboinaMaluku

DPRD Ambon Dorong Pemberdayaan Komunitas Papalele

potretmaluku.id – Profesi pedagang tradisional perempuan Ambon atau “Mama-mama Papalele” resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Nasional oleh Kementerian Kebudayaan dalam sidang penetapan WBTB Nasional di Jakarta, Jumat pekan kemarin.

Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar mengapresiasi penetapan Mama-mama Papalele sebagai WBTB Nasional. Bagi dia, hal itu adalah pengakuan atas kekayaan budaya Maluku yang selama ini hidup di tengah masyarakat.

“Bukan hanya soal tradisi jual beli, tapi soal identitas, perjuangan hidup, dan peran penting perempuan dalam masyarakat kita. Kami mengapresiasi penetapan ini,”ujar Patrick, Senin (13/10/2025).

Kata dia, orang di Maluku mengenal Papalele sebagai aktivitas jual beli hasil bumi dan laut oleh para ibu yang biasa membawa barang dagangan di atas kepala sambil berjalan kaki dari desa ke kota.

Tradisi ini bukan hanya mencerminkan peran perempuan dalam ekonomi lokal, tapi juga simbol ketekunan dan solidaritas sosial masyarakat Maluku.

Untuk itu, pemerintah daerah sudah harus punya rencana kedepan yang berkaitan dengan pelestarian dan pemberdayaan komunitas papalele, termasuk memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan, perlindungan hukum dan ruang usaha yang layak.

“Ini status karena budaya kita yang kaya. DPRD harap pemerintah lebih serius lagi melestarikan dan memberdayakan komunitas papalele ini,”ujarnya.

Dia juga mendorong agar tradisi ini bisa dikenalkan lebih luas melalui sektor pariwisata dan pendidikan budaya lokal di sekolah-sekolah.

“Kami rasa ini perlu supaya tradisi kita bisa lebih luas dikenal pubil,”tandas Patrick. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button