potretmaluku.id – Ribuan santri berkumpul di Kampus III Pesantren As’adiyah, Macanang, Sulawesi Selatan, dalam rangkaian Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional 2025.
Ajang yang digelar selama sepekan, mulai 1 hingga 7 Oktober ini, menjadi panggung penting bagi tradisi keilmuan pesantren yang menyeberang batas negara.
Dengan tema “Dari Pesantren untuk Dunia: Merawat Lingkungan dan Menebar Perdamaian,” MQK Internasional diikuti 798 santri dari berbagai provinsi di Indonesia, serta 20 peserta dari tujuh negara ASEAN. Thailand dan Filipina turut hadir sebagai pengamat.
Dari ratusan peserta itu, hadir pula santri asal Maluku. Mereka datang membawa harapan dari timur Indonesia. Sebanyak empat peserta dari Pondok Pesantren Darussalam Kamal, Kabupaten Seram Bagian Barat, turut berkompetisi di tingkat Marhala Ulya, dua di cabang Hadis – Ilm Hadis, dan dua lainnya di Tafsir – Ilm Tafsir.
Keikutsertaan mereka didampingi oleh 9 panitia dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku, satu pendamping, serta Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, yang hadir langsung di lokasi pada Kamis, 2 Oktober 2025.
“Provinsi Maluku bangga karena santri-santri kita dapat tampil dan berkompetisi di ajang internasional. Ini momentum penting untuk menunjukkan kualitas pendidikan pesantren kita sekaligus kontribusi bagi perdamaian dunia,” ujar Vanath.
Ia menambahkan bahwa partisipasi Maluku dalam MQK tidak sekadar perlombaan, tapi juga bagian dari komitmen memperkuat pesantren sebagai pusat ilmu dan pelestarian tradisi Islam di tengah arus globalisasi.
MQK Internasional 2025 dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran pesantren sebagai agen perubahan yang tak hanya melahirkan ulama, tetapi juga penjaga nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.
Kehadiran santri Maluku menjadi cermin potensi pendidikan keislaman dari wilayah timur Indonesia. Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas, semangat mereka untuk menampilkan yang terbaik membawa harapan baru bagi kiprah pesantren di level internasional.(*/TIA)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



