Amboina

Dari Air Bersih hingga Ekonomi Kreatif: Kilas Balik Setahun Ambon Manise

“Kami menargetkan pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) melalui program daur ulang dan pengolahan sampah organik,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon.

Infrastruktur dan Ekonomi Kreatif Jadi Prioritas

Selain fokus pada kebutuhan dasar dan lingkungan, Pemkot Ambon juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi kreatif. 

Perbaikan jalan, penataan pasar dan pemukiman kumuh, serta penyediaan fasilitas publik yang ramah disabilitas menjadi bagian dari program penataan kota.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemkot Ambon memberikan kemudahan investasi, bantuan modal usaha, dan akses lapangan kerja bagi penyandang disabilitas. 

Pengembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) juga menjadi fokus utama, dengan berbagai pelatihan dan bantuan fasilitas yang diberikan.

“Kami ingin menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kondusif, sehingga Ambon dapat menjadi pusat industri kreatif di kawasan timur Indonesia,” ujar Wattimena.

Partisipasi Masyarakat dan Transparansi Jadi Kunci

Wattimena menyadari bahwa keberhasilan pembangunan Kota Ambon tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak. 

Ia pun mengapresiasi seluruh jajaran Pemkot Ambon, warga kota, dan media yang telah berkontribusi dalam menyukseskan 17 program prioritas tersebut.

“Kami terus berupaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program pembangunan. Melalui program ‘Wali Kota Jumpa Rakyat’ (WAJAR), kami membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk menerima masukan dan keluhan,” jelasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, Wattimena optimis Ambon akan terus berkembang menjadi kota yang lebih baik di masa depan.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button