Festival Ramadan Ambon 2026: Strategi Wattimena-Toisutta Menuju Pariwisata Berbasis Religi
potretmaluku.id – Sore itu, ruas jalan di depan Masjid Raya Al-Fatah Ambon berubah menjadi pusat perhatian.
Delegasi Pemerintah Kota Ambon yang dipimpin Wali Kota Bodewin M. Wattimena dan Wakil Wali Kota Elly Toisutta hadir di tengah kerumunan warga untuk membuka Festival Ramadan 1447 Hijriah, Jumat, 20 Februari 2026.
Kehadiran mereka tak hanya sebagai seremoni pembukaan agenda tahunan, tetapi juga sebagai penegasan atas identitas Ambon yang inklusif.
Di bawah langit senja, Wattimena berdiri di panggung yang dikelilingi oleh para tokoh lintas sektor, mulai dari Imam Masjid Al-Fatah, Ketua DPRD Kota Ambon, hingga jajaran Wakapolresta Ambon dan PP Lease.
Bagi Wattimena, festival ini adalah satu dari sekian banyak simpul pengikat keberagaman yang difasilitasi oleh pemerintah kota.
“Kita mulai dengan Festival Santa Klaus, Imlek, kini Ramadan, dan menyusul pada Maret nanti ada parade Ogoh-ogoh, Waisak, hingga Jalan Salib,” ujar Wattimena dalam sambutannya.
Ia menegaskan jargon ‘Beta par Ambon, Ambon par samua’ bukan sekadar slogan di baliho, melainkan nafas kebijakan yang memayungi seluruh umat beragama tanpa sekat.
Festival Ramadan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinan Wattimena-Toisutta.
Dalam refleksinya, ia membeberkan mimpi besar untuk lima tahun ke depan: meletakkan fondasi spiritualitas sebagai pilar pembangunan kota.
“Bukan hanya soal memperbaiki fisik jalan atau bangunan, tapi soal membangun karakter dan spiritualitas agar toleransi menjadi kekuatan bersama,” tuturnya.
Selain aspek religi, Pemerintah Kota Ambon mulai membidik potensi ekonomi melalui pariwisata berbasis event.
Festival Ramadan ini diproyeksikan menjadi agenda rutin tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata daerah.
Tujuannya jelas, yakni menciptakan atraksi yang mampu menarik wisatawan sekaligus menunjukkan wajah Ambon yang damai ke kancah nasional maupun internasional.
“Ini atraksi yang kita coba bangun. Kami ingin dunia tahu bahwa setiap momentum keagamaan di Ambon adalah festival kegembiraan bersama,” kata Wattimena.
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut diakhiri dengan pesan persatuan. Di tengah tantangan kota yang dinamis, Wattimena meminta seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program inklusivitas tersebut.
Baginya, semangat inklusif dan persaudaraan adalah bahan bakar utama bagi Ambon untuk melaju lebih baik di masa depan.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



