BKP-BTR Ajak Anak-anak Wetar Kenali Bahaya Sampah Plastik

potretmaluku.id – Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku, tampak sibuk memungut sampah plastik yang berserakan di halaman sekolah mereka, Kamis, 5 Juni lalu.
Di hari yang sama, pasar desa juga tak luput dari kegiatan bersih-bersih. Aksi itu digelar untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni.
Kegiatan ini diinisiasi oleh PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR), perusahaan pertambangan yang beroperasi di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya.
Keterangan yang diterima potretmaluku.id dari pihak BKP-BTR, Minggu, 8 Juni 2025, menyebutkan, tahun ini, untuk pertama kalinya peringatan hari lingkungan hidup oleh perusahaan dilakukan di luar area tambang.
“Kami ingin mulai dari sekolah, supaya anak-anak sejak dini memiliki kesadaran tentang pengelolaan sampah,” kata Community Relations Superintendent BKP-BTR, Wilfridus Nahak dalam sambutannya.
“Kalau plastik tak bisa dihindari, setidaknya bisa dikelola dengan baik agar tak menambah beban lingkungan,” sambungnya.
Dengan mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik”, perusahaan melibatkan 130 siswa dalam kegiatan tersebut.
Hasilnya, sebanyak 117 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dari area sekolah dan pasar desa. Menurut Robert Kelen, fasilitator materi lingkungan dalam kegiatan ini, anak-anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang paling mudah dibentuk sikap dan perilakunya.
“Harapannya, mereka bisa jadi pionir perubahan di lingkungannya masing-masing. Mulai dari rumah, lalu ke sekolah, lalu ke masyarakat,” ujar Robert.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai tahap awal yang cukup menjanjikan, dan berharap menjadi agenda rutin yang terus berkembang setiap tahunnya.
Salah seorang siswi SMA yang ikut serta dalam kegiatan itu menyebut aksi bersih-bersih sebagai pengalaman berharga. “Kita belajar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya urusan orang dewasa. Ini juga penting buat kesehatan kita di masa depan,” katanya.
Kepala SDN Lurang, Lyliana Johansz, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai pendekatan langsung di lapangan memberi dampak lebih besar dibanding sekadar pembelajaran di ruang kelas.
“Anak-anak jadi lebih paham. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, karena sangat mendukung pembentukan karakter dan kesadaran lingkungan sejak dini,” ujar Lyliana.(RED)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi






