potretmaluku.id – Wasekjen Pemenangan Pemilu Partai Golkar Indonesia Timur, Umar Lessy diisukan telah mendapat restu langsung dari Ketua Umum (Ketum) Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Golkar Maluku definitif.
Isu tersebut muncul jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Maluku yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 8 hingga 9 November 2025 mendatang.
Menanggapi isu tersebut, Ketua Panitia Musda XI Golkar Maluku, Derek Loupatty mengaku, hingga kini panitia maupun steering committee (SC) belum mengetahui informasi perihal penunjukkan Umar Lessy sebagai definitif Golkar Maluku oleh Ketum Bahlil.
Menurutnya, Golkar dalam berdinamika meberikan ruang kepada kader-kadet seluruh yang punya potensi mencalonkan diri, dengan syarat mengantongi sekurang-kurangnya 30 persen dukungan dari pemegang hak suara di Musda.
Tak hanya itu, Golkar juga memberikan ruang bagi siapa saja untuk membangun kedekatan dengan pimpinan partai. Tapi soal siapa yang akan menjadi ketua DPD, itu kembali kepada mekanisme organisasi.
“Karena prinsipnya, siapapun yang akan terpilih nanti diharapkan mampu membangun partai Golkar kedepan,”ungkap Loupatty di Kantor DPD Golkar Maluku, Kamis (6/11/2025).
Kata dia, pendaftaran calon ketua mulai dibuka besok, nanti dilihat berapa calon yang akan mendaftar. Dan peta terkait siapa yang berpotensi menjadi Ketua DPD Golkar Maluku akan terlihat saat pembukaan Musda nanti.
Sebab, Golkar sekarang tidak lagi menggunakan metode lama. Dimana masing-masing kompetitor atau kandidat membangun sekat sehingga membuat kader Golkar pecah setelah Musda. Loupatty mengakui, sebagai Ketua Umum, Bahlil memiliki hak preogratif untuk menentukan siapa sebagai Ketua DPD Golkar.
“Karena sekarang Golkar mendahulukan proses musyawarah dan mufakat,”ujarnya.
Berdasarkan Pasal 21 Anggaran Dasar (AD) Partai Golkar, lanjut Loupatty, Ketua Umum Partai Golkar adalah mandataris. Sehingga terhadap siapa pun calon ketua yang ditentukan, itu kembali kepada mandataris Golkar, yakni ketum.
“Jadi apa yang diputuskan oleh Ketua Umum, itulah keputusan Partai. Keputusan mandataris itu hanya yang tahu hanya ketua umum dan Tuhan yang maha kuasa,”pungkas Derek. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



