Anak-Anak Batumerah Peringati HUT ke-81 RI dengan Menyusuri Situs Sejarah Maluku
potretmaluku.id – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RT 04/RW 04 Batumerah, Kota Ambon, diwarnai aksi edukasi sejarah lokal dan permainan tradisional.
Melalui wadah SMART 04, belasan anak diajak mengunjungi situs-situs bersejarah sebelum menggelar perlombaan khas 17-an.
Pada 16 Agustus 2026, anak-anak mengikuti agenda “Eduasyik Wisata Budaya dan Sejarah”. Mereka mengunjungi tiga lokasi bersejarah penting di Maluku, yakni Masjid Tua Wapaue, Gereja Tua Hila, dan Benteng Amsterdam.
Kunjungan ini dirancang sebagai sarana belajar luar ruang agar anak-anak mengenal warisan sejarah secara langsung.
Panitia kegiatan, Rias Kulle, mengatakan program ini bertujuan menggabungkan unsur pendidikan, rekreasi, dan nilai kebersamaan. Menurut dia, pembelajaran sejarah tidak harus kaku atau terbatas pada ruang kelas maupun teks buku semata.
“Kami ingin perayaan kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Anak-anak perlu pengalaman langsung yang membuat mereka belajar, bermain, dan mengenali sejarah daerahnya,” kata Rias.
Keesokan harinya, pada 17 Agustus 2026, semangat kemerdekaan dilanjutkan melalui “Gebyar Kemerdekaan” di lingkungan RT 04.
Anak-anak dan warga setempat memadati area permukiman untuk mengikuti bermacam perlombaan. Di antaranya balap karung, estafet isi air, makan kerupuk, hingga isi air menggunakan corong.
Rias menekankan kompetisi tersebut lebih mengedepankan pembentukan karakter ketimbang sekadar meraih piala. “Yang paling penting bukan siapa yang menjadi juara, melainkan bagaimana anak-anak belajar keberanian, sportivitas, dan kerja sama tim,” ujarnya.
Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari Pembina SMART 04 yang juga Ketua RT 04 Batumerah, Syafril Afandi Wakano.
Menurut Syafril, lingkungan tempat tinggal memiliki peran krusial dalam menyediakan ruang tumbuh yang positif bagi anak di luar jam sekolah.
“Anak-anak butuh ruang di lingkungan tempat tinggal untuk mengembangkan kreativitas, kepedulian, dan rasa kebersamaan. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan proses membangun karakter sejak dini,” tutur Syafril.
Syafril mengapresiasi kolaborasi panitia dan warga yang konsisten menghadirkan kegiatan produktif. Ia berharap program edukasi dan kebersamaan SMART 04 dapat terus berkelanjutan menjadi agenda rutin di masyarakat, bukan sekadar seremoni tahunan saat momentum perayaan hari kemerdekaan.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



