AJI Ambon Gelar Training Cek Fakta untuk Radio, Ini yang Diajarkan
Eddo memberikan materi mengenai Landscape Hoax dan Peran Media; Audit Media Sosial; Digytal Higiene; dan Produksi Podcast. Sedangkan Zairin atau yang akrab disapa Embong, membawakan materi: Menelusuri Konten Asli dan Analisis Sumber; Verifikasi Lokasi; Verifikasi Waktu; Dan Etika Pengecekan Fakta.
Dalam keterangannya mengawali training ini, Edho yang dikenal juga sebagai Master Cek Fakta Radio menyebutkan, sampai hari ini Google News Initiative (GNI) sudah melahirkan 174 trainer untuk cek fakta. Ia sendiri merupakan jebolan Trainer of Trainer (TOT) angkatan I tahun 2018, sedangkan Embong adalah angkatan II TOT GNI di tahun yang sama.
“Sampai tahun 2022 ini, kami 174 Trainer Google News Initiative Network, sudah memberi training untuk 19.155 wartawan dan mahasiswa di seluruh Indonesia, baik secara online maupun offline,” terang Edho, yang juga adalah Ketua Umum Hoax Crisis Center – HCC Borneo ini.
Melalui paparannya, Edho memaparkan dua jenis hoax, yakni disinformasi atau informasi yang disebarkan salah, dan orang yang menyebarkannya tahu itu salah. Artinya, dilakukan dengan sengaja. Selanjutnya yaitu misinformasi, atau informasi yang disebarkan salah. Tetapi, orang yang membagikannya tidak tahu itu salah.
Pada hari pertama, Jumat (7/10/2022), Edho juga menjelaskan soal alasan orang memproduksi hoax, serta jenis-jenis misinformasi yang beredar di masyarakat, serta bagaimana cara memverifikasi informasi yang didapat.

Pada kesempatan yang sama, Embong yang juga Sekretaris Asosiasi Media Siber (AMSI) Wilayah Maluku -Maluku Utara ini menuturkan, bahwa salah satu sumber informasi palsu dan menyesatkan adalah situs-situs abal-abal, yang memproduksi informasi semata-mata demi uang.
“Catatan Dewan Pers ada sekitar 43.300 media online, dengan media yang sudah terverifikasi sebanyak 250 media. Artinya selain situs Hoax yang jumlah mencapai ratusan ribu, media online yang jumlahnya mencapai puluhan ribu juga rawan menyebarkan hoaks. Jika tidak mengedepankan prinsip verifikasi,” terang Embong.
Itu sebabnya, di hari pertama training ini, dia juga mengajarkan berbagi 8 tips mengindentifikasi hoax, antara lain, mengecek alamat media, mengecek detail visual media, hati-hati terhadap iklan dan mewaspadai jika media terlalu banyak iklan yang kadang susah ditutup ketika kita ingin membaca naskah berita, mengecek about us media mewaspadai judul-judul berita yang sensasional, membandingkan ciri-ciri pakem media mainstream, mengecek berita ke situs mainstream, dan melakukan pengecekan terhadap foto dan video.
Di akhir hari pertama training ini, Embong memberi tantangan kepada peserta mencari lokasi tertentu dari foto yang ditampilkan. Serta menayangkan sepotong video dan meminta peserta mencari nama toko, tempat dimana orang pada video tersebut sedang membeli roti dan kue.(*/TIA)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



