Nasional

Rektor UIN Ambon Abidin Wakanno Raih PIKI Award 2026 sebagai Tokoh Toleransi

potretmaluku.id – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ambon, Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag, menerima penghargaan kategori Tokoh Toleransi dalam ajang Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Award 2026, Minggu, 25 Oktober 2026. 

Penghargaan itu diberikan atas kiprahnya dalam mendorong perdamaian dan kerukunan di tengah keberagaman.

Penghargaan diserahkan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jacklevyn Frits Manuputty, yang juga menjabat Dewan Kehormatan DPP PIKI. Penyerahan ini disiarkan langsung oleh Metro TV.

Dalam sambutannya, Jacky Manuputty mengatakan toleransi tumbuh melalui kesediaan untuk mendengar, memahami, dan hidup berdampingan di tengah perbedaan.

“Di Maluku, saya mengenal seseorang yang sangat giat dalam kerja-kerja keberagaman. Bersama-sama kami mengembangkan gerakan Peace Provocateurs atau provokator perdamaian,” kata Jacky.

Ia menyebut Abidin konsisten menyuarakan transformasi Maluku dari wilayah yang pernah dilanda konflik menjadi laboratorium kerukunan.

Saat menerima penghargaan, Abidin mengatakan penghargaan tersebut bukan tujuan dari kerja-kerjanya di bidang kemanusiaan, perdamaian, dan toleransi. 

Ia mempersembahkan penghargaan itu kepada para korban kekerasan serta orang-orang yang terus memperjuangkan kemanusiaan.

“Perjuangan ini adalah jalan sunyi dan berisiko, tapi ini adalah manifestasi iman saya kepada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan jihad saya untuk perdamaian dan kemanusiaan,” ujar Abidin.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada DPP PIKI dan DPD PIKI Provinsi Maluku atas penghargaan tersebut.

Sebelum penganugerahan, Ketua DPD PIKI Maluku, Richard B. Luhulima, pada September 2026 menyebut Wakanno sebagai tokoh yang direkomendasikan untuk kategori Tokoh Toleransi. 

Richard menyoroti karya, tulisan, pemikiran, serta keterlibatan Wakanno dalam berbagai forum yang membahas kerukunan beragama dan bela negara.

Penghargaan ini memiliki kaitan dengan pengalaman Maluku menghadapi konflik sosial pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Konflik tersebut meninggalkan luka sosial dan memperlihatkan pentingnya membangun kembali kepercayaan di antara kelompok masyarakat yang berbeda.

Dalam konteks itu, kerja perdamaian melibatkan berbagai unsur, termasuk tokoh agama dan lembaga pendidikan. 

Perguruan tinggi dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pandangan yang berbeda, mengembangkan dialog lintas agama, dan menumbuhkan penghormatan terhadap keberagaman.

Di Maluku, upaya tersebut berkelindan dengan nilai hidop orang basudara, yang menekankan persaudaraan dan kehidupan bersama di tengah perbedaan.

PIKI Award 2026 merupakan ajang apresiasi bagi tokoh yang dinilai berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa. 

Menjelang penyelenggaraannya, DPP PIKI menyatakan penghargaan tersebut ditujukan untuk mengapresiasi pengabdian, integritas, kepemimpinan, ilmu pengetahuan, inovasi, dan karya nyata.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button