BencanaLingkungamMalukuMaluku TengahPeristiwa

Pipa Terbakar, Warga Ureng Dilanda Krisi Air Bersih: Pemkab & Pemprov Diminta Segera Turun Tangan

potretmaluku.id – Warga Negeri Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), kini kesulitan mendapatkan air bersih setelah jaringan pipa yang memasok kebutuhan bagi warga putus akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Karhutla yang melanda wilayah tersebut sejak Sabtu pekan kemarin tidak hanya menghanguskan kawasan perbukitan dan perkebunan warga, namun juga merusak jaringan air bersih ke lingkungan warga. Akibatnya, warga harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Kondisi ini mendorong warga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malteng dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku untuk segera turun tangan. Perbaikan jaringan pipa dan penyediaan air bersih sementara dinilai mendesak agar krisis tidak semakin membebani masyarakat.

Guntur Huath, salah seorang warga Ureng kepada potretmaluku.id mengatakan, terputusnya jaringan air pipa membuat warga kesulitan memperoleh air bersih sejak karhutla melanda.

“Iya, kami sekarang kesulitan air bersih karena pipa penyalur air bersih putus karena ikut terbakar dalam insiden karhutla beberapa hari lalu,” ungkap Guntur, Rabu (30/9/2026).

Menurut Guntur, persoalan air bersih itu menyangkut kebutuhan dasar warga, sehingga pemerintah tidak boleh membiarkannya berlarut-larut.

“Kalau untuk mandi, kita bisa ke kali. Tapi untuk lebutuhan hidup sehari-hari, kami sulit peroleh air bersih. Kami minta Pemkab Malteng fan juga Oemprov Maluku segera turun tangan atasi masalah ini. Jangan biarkan awarga terus menderita,” tegasnya.

Selain krisis air bersih, karhutla juga menyebabkan kerugian bagi warga setempat, karena membakar tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Warga hingga saat ini masih melakukan pemadaman api secara manual di beberapa titik kebakaran.

Guntur mengatakan, warga berharap Pemkab Malteng dan Pemprov Maluku tidak berhenti pada penanganan karhutla, tetapi segera memulihkan akses air bersih sekaligus membantu masyarakat yang kehilangan tanaman perkebunan akibat kebakaran.

Sebab, ribuan tanaman cengkeh dan pala milik warga yang telah ditanam dan dirawat bertahun-tahun juga ikut terbakar. Karena itu, warga berharap pemerintah memberikan bantuan untuk memulihkan lembali perkebunan yang terdampak.

“Kami butuh bantuan bibit tanaman cengkeh dan pala dari pemerintah kepada untuk pemulihan perkebunan kami yang terbakar,” tandasnya. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button