Amboina

Nyong, Lalah Kapaeee? Evan dan Langkah Kecil dari Kepala Air ke Galala

Oleh: Yeni Krisnawati *)


Dari langkah kecil seorang bocah lima tahun di Lomba Gerak Jalan Indah Amboina, ada cerita tentang keberanian mencoba, dukungan orang tua, dan tubuh yang terus bergerak.

Sore belum benar-benar teduh ketika Evan Jonathan Suot tiba di garis akhir.

Bocah lima tahun itu baru saja berjalan sekitar satu setengah jam dari Kepala Air Sungai Way Ruhu menuju Jembatan Galala. Matahari masih menyimpan panas di aspal. 

Barisan peserta satu per satu melewati garis akhir, sementara suara penonton belum juga surut.

Evan memilih duduk sebentar.

Seorang kenalan ibunya yang melihatnya duduk langsung menggoda.

galala
Evan Jonathan Suot, bocah lima tahun dari TK Anyelir Galala, mengikuti Lomba Gerak Jalan Indah Amboina dari Kepala Air menuju Jembatan Galala.(Foto: Yeni Krisnawati)

“Nyong, lalah kapaeee?”

Evan menggeleng. Ia tidak merasa kelelahan.

“Kalo beta diam itu beta saki. Beta selalu aktif, karena badiam-diam bagitu itu seng bagus,” katanya.

Kalimat itu keluar ringan, seperti jawaban seorang anak ketika ditanya apakah ia capek. Tidak ada nada mengeluh. Tidak pula terdengar seperti sedang memberi pelajaran kepada siapa pun.

Ia hanya sedang menjelaskan dirinya.

Sabtu, 12 September 2026, ruas jalan dari Kepala Air sampai Jembatan Galala memang berubah menjadi panggung. 

Sejak pukul 10 pagi, bahu jalan mulai dipadati warga. Orang tua berdiri berjinjit mencari anaknya di antara barisan. 

Remaja mengangkat telepon seluler tinggi-tinggi untuk merekam peserta yang melintas. Pedagang es dan gorengan mendapat pembeli lebih banyak dari biasanya.

Klakson kendaraan bersahutan dengan suara penonton. Sesekali terdengar sorakan memanggil nama sebuah regu, disusul tawa dari kerumunan.

Di tengah suasana itu, barisan-barisan peserta melintas dengan langkah seirama. 


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

1 2 3Next page

Berita Serupa

Back to top button