Maluku Tenggara

62 Mahasiswa UGM dan Unpatti KKN di Kepulauan Kei, Fokus Ketahanan Iklim

potretmaluku.id – Sebanyak 62 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pattimura (Unpatti) akan menjalankan program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di sejumlah wilayah Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, selama 50 hari ke depan. 

Program tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat pulau kecil menghadapi dampak perubahan iklim.

Kegiatan yang berlangsung pada periode Juni hingga Agustus 2026 itu merupakan hasil kolaborasi antara UGM, Universitas Pattimura, dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM 2026, Leni Sophia Heliani, mengatakan tema yang diusung tahun ini berfokus pada pengembangan usaha masyarakat dan peningkatan kapasitas masyarakat pesisir dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

“KKN-PPM 2026 mengangkat tema pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan dan pengembangan usaha masyarakat berbasis ketangguhan masyarakat pulau kecil terhadap perubahan iklim,” kata Leni Sophia Heliani saat menyampaikan laporan pelaksanaan KKN-PPM UGM Periode Juni–Agustus 2026 di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Selasa, 23 Juni 2026.

Dari total peserta, sebanyak 39 mahasiswa ditempatkan di wilayah Kei Kecil Timur Selatan. Mereka terdiri atas 29 mahasiswa UGM dan 10 mahasiswa Universitas Pattimura. Sementara itu, 23 mahasiswa UGM lainnya ditempatkan di wilayah Kei Kecil Barat.

Para mahasiswa akan menjalankan program pengabdian masyarakat di sejumlah ohoi atau desa, antara lain Ohoi Elaar Let, Ohoi Elaar Lamagorang, Ohoi Elaar Ngursoin, serta beberapa desa lainnya yang tersebar di wilayah Kei Kecil Barat dan Kei Kecil Timur Selatan.

Menurut Leni, program KKN-PPM tahun ini dirancang melalui empat klaster utama, yakni sains dan infrastruktur, agro dan lingkungan, kesehatan, serta sosial dan komunikasi.

Melalui klaster tersebut, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. 

Kegiatan yang direncanakan antara lain pendampingan sektor pertanian dan perikanan, konservasi kawasan mangrove, penyusunan masterplan pengembangan pariwisata desa, edukasi kesehatan masyarakat, hingga penguatan regulasi dan pengembangan potensi ekonomi lokal.

“Kami berharap program-program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Pelaksanaan KKN-PPM juga mengedepankan pendekatan kolaboratif melalui model pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

Sejumlah mitra turut terlibat dalam mendukung kegiatan tersebut, di antaranya PT Pelindo, Pupuk Indonesia, serta berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.

Leni menilai kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan kontribusi melalui program pemberdayaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang berharga mengenai kehidupan sosial masyarakat Maluku Tenggara yang dikenal menjunjung tinggi nilai toleransi dan persaudaraan.

“Mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga dengan hidup dan berinteraksi langsung bersama masyarakat yang memiliki keberagaman agama dan budaya, namun tetap hidup rukun dalam semangat persaudaraan,” katanya.

Selain pelaksanaan program pengabdian, aspek keselamatan peserta juga menjadi perhatian selama kegiatan berlangsung. Seluruh mahasiswa telah mendapatkan pembekalan terkait Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), termasuk mitigasi risiko di wilayah perairan, penggunaan alat pelindung diri, serta prosedur keselamatan lapangan.

Menurut Leni, pembekalan tersebut penting mengingat sebagian lokasi KKN berada di kawasan kepulauan yang memiliki karakteristik geografis dan kondisi lingkungan yang berbeda dengan wilayah perkotaan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, pemerintah kecamatan, para kepala ohoi, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Melalui kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat, KKN-PPM UGM 2026 diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi yang dapat mendukung pengembangan ekonomi lokal, memperkuat kapasitas masyarakat, serta meningkatkan ketahanan wilayah kepulauan terhadap dampak perubahan iklim.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui penerapan ilmu pengetahuan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button