Pengamanan Idul Fitri di Maluku: Kapolda Tekankan Pendekatan Humanis dan Antisipasi Balap Liar
potretmaluku.id – Ratusan personel gabungan TNI dan Polri mulai menyisir titik-titik rawan di Kota Ambon guna menjamin keamanan malam pergantian tahun Hijriah.
Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto menegaskan bahwa stabilitas keamanan selama Idul Fitri 1447 Hijriah bergantung pada koordinasi ketat lintas instansi dan kewaspadaan terhadap gangguan ketertiban di ruang publik.
Kepolisian Daerah Maluku mematangkan kesiapan pengamanan malam takbiran dan pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah melalui apel kekuatan di Lapangan Letkol Pol Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Jumat, 20 Maret 2026.
Fokus pengamanan kali ini diarahkan pada terciptanya ketertiban umum dan perlindungan bagi masyarakat yang merayakan hari kemenangan di wilayah Kepulauan Maluku.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Iman Tobroni.
Selain pejabat utama Polda Maluku dan Kapolresta Ambon, gelar pasukan ini turut melibatkan personel TNI dari Kodam XV/Pattimura, termasuk unsur POMdam, Yonif 733 Raider, Denkav 5 BLC, serta Kodim 1504 Ambon.
Dalam arahannya, Irjen Dadang menginstruksikan seluruh personel agar mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap interaksi dengan masyarakat.
Menurutnya, Operasi Ketupat Salawaku 2026 merupakan operasi kemanusiaan yang menitikberatkan pada aspek pelayanan.
“Saya meminta seluruh personel melaksanakan tugas dengan baik dan mengedepankan sikap humanis dalam melayani masyarakat,” ujar Dadang.
Meski demikian, Kapolda memberikan penekanan khusus terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Beberapa titik rawan yang menjadi atensi antara lain aksi balap liar, penggunaan petasan, hingga konvoi kendaraan yang tidak tertib dan berisiko memicu kecelakaan lalu lintas.
Dadang memerintahkan jajarannya untuk tetap siaga terhadap berbagai ancaman, mulai dari kejahatan jalanan, pengaruh minuman keras, hingga potensi aksi terorisme dan bencana alam.
“Apabila ditemukan potensi gangguan, lakukan langkah sesuai prosedur. Jika situasi membahayakan, lakukan tindakan tegas dan terukur,” tegasnya.
Secara teknis, pengamanan malam takbiran dan salat Idul Fitri di Kota Ambon tahun ini melibatkan 707 personel gabungan. Kekuatan ini merupakan sinergi antara Polri, TNI, serta dukungan pengamanan swakarsa dan elemen masyarakat setempat.
Melalui pengerahan personel ini, Polda Maluku menargetkan stabilitas keamanan yang kondusif agar perayaan Idul Fitri di Bumi Raja-Raja berjalan dengan aman dan nyaman.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi


