AmboinaBacarita Birman

Buka Festival Budaya, Wattimena : Perkuat Harmoni di Tengah Keberagaman

potretmaluku.id – Walikota Bodewin M. Wattimena menegaskan, festival Budaya Katong Orang Basudara menjadi ruang penting untuk merawat harmoni dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kota Ambon.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan dimaksud yang digelar di kawasan Monumen Gong Perdamaian Dunia (GPD), Sabtu pekan kemarin.

Menurutnya, meski sempat terjadi kendala teknis akibat hujan, kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan semangat kuat untuk terus menjaga perdamaian dan hidup orang basudara di Ambon.

Kata dia, gong perdamaian menjadi simbol komitmen masyarakat dalam membangun perdamaian melalui kehidupan orang basudara di Kota Ambon. “Apa yang pernah terjadi di masa lalu biarlah menjadi bagian dari sejarah. Yang terpenting hari ini adalah memastikan peristiwa serupa tidak terulang lagi,” ungkap Bodewin.

Dia menyebut, keberagaman yang dimiliki Kota Ambon merupakan potensi besar apabila dikelola secara baik, namun dapat menjadi ancaman jika tidak dirawat melalui kerja bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah.

Dia menegaskan, budaya tidak boleh dipandang hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi harus menjadi solusi bagi masa depan.

“Budaya adalah perekat kehidupan orang basudara. Ia harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai cerita, tetapi sebagai praktik nyata yang dapat dipelajari oleh anak-anak kita,” ujarnya.

Bodewin juga memberikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Budaya Wilayah XX Maluku serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menginisiasi dan melaksanakan festival budaya tersebut.

Dia berharap, kedepan berbagai ekspresi seni, baik seni tradisi, seni modern, maupun seni berbasis keagamaan dapat terus dipadukan dalam semangat kolaborasi, sehingga mencerminkan wajah Ambon sebagai kota yang hidup dalam harmoni di tengah perbedaan.

“Ketika semua perbedaan itu disatukan, di situlah tercipta harmoni yang sesungguhnya. Inilah makna hidup orang basudara di Kota Ambon,” tandasnya. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button