Maluku

Rempah dari Kabong Tanipala Maluku Siap Mengharumkan Belanda

Ikut dalam Misi Dagang Indonesia – Belanda bertajuk “Bumbu & Rempah”

potretmaluku.id – Rempah kembali membawa kisah lama ke panggung dunia. Melalui misi dagang bertajuk “Bumbu & Rempah – Where Spices Tell Stories”, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia akan memperkenalkan kekayaan rasa nusantara di Belanda pada 30 Oktober hingga 1 November 2025.

Kegiatan ini akan berlangsung di Jaarbeurs, Utrecht, dan bertepatan dengan pameran Discovering The Magnificent of Indonesia (DMI).

Misi dagang ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat jejaring perdagangan dan memperluas pasar ekspor produk bumbu dan rempah Indonesia di Eropa. 

Selain mempertemukan pelaku usaha nasional dengan importir dan distributor di kawasan tersebut, kegiatan ini juga membuka ruang business matching dengan restoran Indonesia di berbagai negara Eropa.

“Rempah tidak hanya produk, tapi juga cerita yang merekatkan sejarah, budaya, dan identitas bangsa,” ujar perwakilan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dalam keterangan tertulisnya.

kabong tanipala maluku
Produk Kabong Tanipala Maluku.(Foto: potretmaluku.id/Tiara)

“Melalui misi dagang ini, kita ingin dunia kembali merasakan kehangatan dan kekayaan cita rasa Indonesia.” sambungnya.

Salah satu peserta yang akan tampil membawa semangat dari Timur Indonesia adalah Kabong Tanipala Maluku, sebuah inisiatif lokal yang telah aktif mengekspor biji pala dan fuli langsung dari Ambon ke Rotterdam, Belanda. 

Kabong Tanipala Maluku dikenal sebagai komunitas petani dan wirausaha muda Maluku yang berupaya mengembalikan kejayaan rempah dari tanah asalnya.

Dalam kegiatan di Utrecht nanti, Kabong Tanipala akan menampilkan beragam produk rempah unggulan dari Maluku, termasuk pala, cengkih, dan fuli yang diproses secara organik dan ramah lingkungan. 

Pihak Kabong Tanipala Maluku menegaskan, keikutsertaan mereka bukan semata urusan dagang, tetapi juga upaya memperkenalkan identitas Maluku sebagai bagian dari jalur rempah dunia.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

1 2Next page

Berita Serupa

Back to top button