Rempah dari Kabong Tanipala Maluku Siap Mengharumkan Belanda
Ikut dalam Misi Dagang Indonesia – Belanda bertajuk “Bumbu & Rempah”
“Rempah adalah warisan yang membentuk peradaban di kepulauan ini. Kami ingin dunia tahu bahwa pala dan fuli terbaik datang dari Maluku, diolah dengan nilai-nilai keberlanjutan dan kebanggaan lokal,” ujar Marsenda Mireilla Tahitoe dari Kabong Tanipala Maluku dalam wawancara sebelumnya dengan potretmaluku.id.
Partisipasi Kabong Tanipala Maluku di ajang ini juga menunjukkan sinergi antara pemerintah dan komunitas lokal, dalam mengangkat potensi ekspor dari daerah.
Dukungan terhadap UMKM dan wirausaha muda seperti Kabong Tanipala Maluku menjadi langkah penting untuk memperluas kontribusi ekonomi daerah sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai pusat rempah dunia.
Selain Kabong Tanipala Maluku, sejumlah pelaku usaha lain dari berbagai provinsi juga akan membawa produk khas daerah masing-masing.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan business meeting, sesi presentasi produk, serta promosi budaya yang menampilkan filosofi dan tradisi di balik bumbu Nusantara.

Pameran ini juga menjadi momentum untuk memperkuat jejaring diaspora Indonesia di Eropa. Restoran-restoran Indonesia, asosiasi kuliner, serta komunitas pelaku ekspor diundang untuk menjajaki peluang kerja sama jangka panjang.
Kehadiran program Discovering The Magnificent of Indonesia akan semakin menambah daya tarik dengan menampilkan kekayaan budaya, pariwisata, dan potensi ekonomi kreatif nasional.
Melalui misi dagang ini, Kementerian Perdagangan menargetkan peningkatan ekspor bumbu dan rempah hingga 15 persen dalam dua tahun ke depan.
Fokus utamanya adalah memperkuat branding rempah Indonesia sebagai produk premium yang tidak hanya unggul secara rasa, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan keberlanjutan.
“Where spices tell stories” bukan sekadar tema, melainkan ajakan untuk membaca ulang sejarah Indonesia sebagai negeri penghasil rempah yang menautkan bangsa-bangsa.
Dari tanah Maluku hingga pasar Eropa, aroma pala, cengkih, dan kayu manis kini kembali membawa pesan: bahwa rempah adalah jembatan rasa dan peradaban.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



