AmboinaMalukuMaluku Tengah

Bupati Malteng Santuni Keluarga Korban di Negeri Hitu

potretmaluku.id – Bupati Maluku Tengah (Malteng), Zulkarnain Awat Amir menyantuni keluarga korban meninggal dunia dan korban luka-luka akibat insiden perkelahian antar siswa SMK Negeri 3 Ambon yang terjadi pada Selasa (19/8/2025) kemarin.

Santunan itu diserahkan langsung saat Bupati yang akrab disapa Ozan bersama Anggota DPRD Maluku, Muhammad Reza Mony dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Malteng menyambangi keluarga korban di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Malteng, Rabu (20/8/2025).

Dikutip dari laman facebook pemerintah daerah (Pemda) Malteng, keluarga korban meninggal dunia diberikan santunan sebesar Rp.10 juta. Sementara korban luka-luka diberikan santunan sebesar Rp.2,5 juta.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Ozan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ozan juga mengaku prihatin atas peristiwa tersebut yang memicu terjadinya bentrokan antar kelompok warga Negeri Hitu dan Desa Hunuth.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, kami menyampaikan turut berbelasungkawa dan rasa prihatin yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, kami hadir untuk mendampingi dan memberikan penguatan,”ungkap Bupati.

Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah (Pemda) Malteng merupakan bentuk empati dan dukungan moril bagi keluarga korban.

Bupati juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga suasana yang kondusif, tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan.

“Kami meminta masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat yang berwenang,”terangnya.

Usai menyambangi pihak keluarga korban, Bupati Ozan juga melakukan pertemuan dengan Raja Hitu Lama dan Raja Hitu Messing untuk sama-sama berkoordinasi menjaga keamanan.

IMG 20250820 220139
Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir didampingi anggota DPRD Maluku, M. Reza Mony temui Raja Hitu, Rabu (20/8/2025). (Foto : Humas Pemda Malteng)

Dalam pertemuan itu, bupati menekankan pentingnya menjaga ketertiban masyarakat serta menghindari isu provokatif dan mencegah berita-berita hoax yang dapat menimbulkan perpecahan dan konflik sosial. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button