Diplomasi Budaya Musik, Amboina Ukulele Community Tampil di Darwin Fusion 2025

potretmaluku.id – Dalam upaya memperkuat jalinan hubungan antarbangsa lewat jalur budaya, khususnya musik, Amboina Ukulele Community (AUKC) dari Kota Ambon, di bawah kepemimpinan Nadine Tulalessy, ikut serta dalam ajang internasional Darwin Fusion 2025.
Acara yang berlangsung sejak 22 hingga 23 Mei itu merupakan sebuah platform besar yang mencakup Konferensi Internasional, pameran perdagangan (trade fair), dan pertunjukan budaya dari negara-negara yang memiliki hubungan sister city dengan Darwin, Australia.
Partisipasi mereka tidak hanya membawa nama Ambon sebagai City of Music, tetapi juga memperlihatkan semangat generasi muda dalam menjembatani budaya lokal ke panggung global. Acara ini dihadiri oleh lima negara yang memiliki hubungan sister city dengan Kota Darwin, yakni Tiongkok, Jepang, India, Vietnam, dan Indonesia.
Jalin Relasi dan Promosi Budaya Lewat Musik
Inti dari keberadaan AUKC dalam acara ini tidak sekadar untuk tampil memainkan alat musik tradisional, melainkan juga sebagai momen emas dalam memperluas jaringan dan membangun relasi internasional.
Musik ukulele menjadi medium utama yang digunakan para anggota komunitas ini dalam menyampaikan keindahan budaya Ambon kepada audiens internasional.
Sejak kedatangan mereka di Darwin lima hari sebelum acara utama, AUKC telah melaksanakan sejumlah kegiatan. Salah satu penampilan awal mereka berlangsung pada 17 Mei dalam acara komunitas Flobamora.
Selain itu, mereka juga berkesempatan tampil di Gereja Karama Uniting Darwin—sebuah momentum yang menyentuh dan penuh makna.
Puncaknya adalah saat audiensi langsung dengan Walikota Darwin, Mr. Kon Vatskalis, yang menyambut hangat kedatangan mereka.
Tidak hanya itu, mereka juga mendapat kehormatan diterima secara resmi oleh Konsulat Republik Indonesia di Darwin, Bapak Bagus Hendraning, yang mendukung penuh setiap langkah AUKC di panggung internasional tersebut.
Sebagai bagian dari misi kebudayaan ini, para anggota juga diajak berkeliling kota Darwin serta mengunjungi sejumlah destinasi wisata ikonik di sana oleh salah satu warga setempat, Claire Hall.
Claire merupakan warga Darwin yang telah beberapa kali mengunjungi Ambon dan memiliki ikatan emosional dengan budaya Maluku.
Selama berada di Darwin, para anggota AUKC tinggal di kediaman warga lokal, Mr. Bo dan Ms. Lindsey Wharton, yang memberikan dukungan hangat dan tempat tinggal yang nyaman bagi para tamu dari Indonesia.
Musik sebagai Jembatan Antarbudaya
Walikota Darwin, Mr. Kon Vatskalis, secara pribadi menyambut kehadiran rombongan AUKC yang terdiri dari tujuh musisi muda Ambon: Nadine Tulalessy (ketua komunitas), Gebby Matittaputy, Stefany Sutrahitu, Joyandro Diasz, Sefanya Latuihamallo, Mike Puturuhu, dan Mico Sitrahitu.
Mereka juga berkolaborasi dengan tokoh akademisi dari Ambon, Branckly Picanussa yang merupakan Wakil Rektor IAKN Ambon.
Kehadiran mereka tidak hanya menampilkan ukulele sebagai alat musik khas, melainkan juga membangun kesan bahwa generasi muda Ambon mampu membawa identitas kulturalnya ke level internasional.
Musik menjadi jembatan penghubung antarbangsa yang mampu mengungkapkan nilai-nilai persahabatan, perdamaian, dan kolaborasi yang sejati.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



