800 Penjaga Rumah Ibadah Terima Insentif dari Pemkot Ambon
potretmaluku.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberikan insentif kepada 800 penjaga rumah ibadah di Kota Ambon.
Insentif itu diserahkan langsung oleh Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena di Ballroom Maluku City Mall (MCM), Kamis (3/7/2025).
Walikota Bodewin menyampaikan, pemberian insentif itu merupakan implementasi dari salah satu program prioritas Walikota dan Wakil Walikota periode 2025–2030 sebagai upaya penguatan peran lembaga keagamaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
800 penerima insentif itu berasal dari 648 rumah ibadah di Kota Ambon, yang terdiri dari tuagama, marbot, kostor, penjaga pura, dan penjaga wihara dan unsur lainnya.
Bodewin bilang, program tersebut baru dapat direalisasikan untuk pertama kali karena proses verifikasi data yang harus dilakukan secara akurat.
“Kita baru bisa realisasikan di bulan kelima karena proses verifikasi yang harus kita jalankan bersama pimpinan klasis, pimpinan jemaat, para imam masjid, MUI, dan tokoh-tokoh agama lainnya,”jelasnya.
Menurutnya, verifikasi data penerima insentif tersebut harus benar-benar valid, agar bisa dipastikan bahwa bantuan utu tepat sasaran. Masing-masing dari mereka mendapatkan insentif sebesar Rp150 ribu per bula.
“Jangan lihat dari besar kecilnya nilai yang diberikan, tapi bagaimana komitmen pemerintah dalam merealisasikan janji kepada masyarakat,”ujarnya.
Kata dia, peran sentral para penjaga rumah ibadah itu penting dalam memperkuat kehidupan beragama dan sosial di kota yang dikenal dengan kemajemukan.
Mereka juga merupakan aktor penting dalam membangun spiritualitas masyarakat dan memperkuat kohesi sosial selain dari penghulu di setiap rumah ibadah.
“Mereka-mereka yang menjaga, membersihkan, melayani proses peribadatan itu. Itulah marbot, tuagama, kostor, penjaga pura dan penjaga wihara”terangnya.
Bodewin berharap program pemberian insentif itu dapat memotivasi para penjaga tempat ibadah untuk terus setia melayani umat dan memperkuat nilai-nilai toleransi di masyarakat.
Jika hal itu bisa dilakukan dengan baik, maka tidak ada lagi kekhawatiran terhadap konflik di Kota Ambon. Karena semua memiliki keinginan untuk meningkatkan kualitas mental spiritual, serta menjaga kota tetap aman, nyaman dan damai.
“Kalau itu terwujud, pemerintah bisa bekerja dengan baik. Dan Kota Ambon yang maju, aman, nyaman indah, sehat, sejahtera itu bisa kita wujudkan”tandas Bodewin. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



