Oleh: M. Azis Tunny (Putra Maluku kelahiran Ambon)
Kota kecil di dalam teluk Ambon, di malam 25 Maret 2025, tampak lengang dan biasa saja. Aktivitas warga berlangsung normal. Tidak ada yang menyolok, apalagi menampakkan gegap-gempita perayaaan sebuah pesta.
449 tahun silam, tepatnya 25 Maret 1576, Portugis yang telah mendarat di pesisir teluk Ambon membangun benteng “Nossa Senhora da Anunciada” untuk mengukuhkan dominasinya atas Kepulauan Maluku. Hic incipit urbs, di sini kota bermula.
Momentum peletakan batu pertama Nossa Senhora da Anunciada menandai fondasi permukiman terstruktur pertama di wilayah itu, menjadi pusat pertahanan, perdagangan, dan pemerintahan.
Keberadaan benteng ini tak hanya mengubah landskap Ambon, tapi juga menarik penduduk lokal dan pedagang, membentuk entitas dan inti kota yang perlahan berkembang pesat.
Benteng ini dirancang untuk mengamankan jalur pasokan rempah, mengontrol pelabuhan strategis Ambon, dan menjadi basis militer yang menghadang serangan dari pesaingnya, maupun pemberontakan lokal.
Dominasi Portugis tidak bertahan lama. Pada 1605, Belanda mengambil alih benteng setelah menang perang. Oleh Belanda benteng tersebut berganti nama menjadi Niuew Victoria (Kemenangan Baru).
Meski kekuasaan berganti, benteng ini tetap menjadi simbol sentral perkembangan Kota Ambon. Belanda menjadikannya sebagai benteng pertahanan, sekaligus pusat administrasi Hindia Timur di Maluku.
Terlepas dari Belanda telah menguasai benteng, peletakkan batu pertama Nossa Senhora da Anunciada, 25 Maret 1576, menjadi simbol pembentukan entitas permukiman kolonial yang mengawali tapak sejarah Kota Ambon.
Namun pada tahun 1972, sekelompok akademisi Univesitas Pattimura mengusung versi baru. Mereka menetapkan 7 September sebagai tanggal kelahiran Kota Ambon.
Penetapan tanggal ini mengacu pada peristiwa saat Pemerintahan Kolonial Belanda menyerahkan hak yang sama kepada masyarakat Ambon, untuk menentukan jalannya Pemerintahan Kota melalui wakil-wakilnya di Gemeenteraad (Dewan Kota), berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal pada 7 September 1921 (Staatsblad 92 Nomor 524). Pemberian status ini lebih bersifat administratif dan politis.
Namun, jangan sampai kita abaikan, dokumen Portugis dan Gereja Katolik menunjukkan fakta lain. Fakta ini menyajikan bukti historis sekaligus validasi hari bersejarah Ambon.
Surat Kapten Estevao Teixeira de Macedo tertanggal 2 Juni 1601 perihal berdirinya kota yang juga disebut Cidade de Amboino (Kota Amboina atau Ambon).
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



