32 Komputer SMP Yos Sudarso Waur Terbakar, Pemerintah Segera Mendata Kerusakan
potretmaluku.id – Sebanyak 32 komputer dan sejumlah perangkat pembelajaran berbasis teknologi di SMP Yos Sudarso Waur, Ohoi Waur, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, terbakar pada Jumat dini hari, 18 September 2026.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 00.00 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Informasi yang diterima potretmaluku.id, Selasa, 22 September 2026 menyebutkan, selain komputer, kebakaran menghanguskan enam laptop, tiga Chromebook, satu papan digital, dua CPU, tiga LCD, dua printer, dan satu unit pendingin ruangan atau AC.
Perangkat pendukung lainnya yang rusak antara lain 10 keyboard eksternal, 10 mouse, 36 meja siswa, dua meja guru, dua kursi kayu, 130 kursi plastik, satu lemari, 13 kain gorden, dan 30 terminal listrik. Instalasi listrik di ruang tersebut juga terdampak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, mengatakan pemerintah daerah akan meninjau kondisi sekolah dan melakukan pendataan terhadap seluruh fasilitas yang terdampak.
“Saya sudah menginformasikan kepada Bapak Bupati. Besok akan kita tinjau langsung sekolahnya, kemudian kita laporkan ke kementerian,” kata Raudha pada Sabtu, 19 September 2026 lalu.
Menurut Raudha, pendataan diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan sebelum pemerintah menentukan kebutuhan pemulihan dan pengadaan fasilitas pengganti.
“Kita mendata dulu secara detail agar mengetahui berapa banyak kerusakan yang dialami sebelum nantinya kita menetapkan rencana ke depan agar diadakan baru melalui daerah atau lainnya,” ujarnya.
Ruang komputer tersebut merupakan salah satu fasilitas pendukung pembelajaran berbasis teknologi di SMP Yos Sudarso Waur. Kebakaran menyebabkan sebagian besar perangkat di dalam ruangan tidak dapat digunakan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Tenggara akan memeriksa kondisi bangunan dan menginventarisasi fasilitas yang terbakar sebelum menyusun kebutuhan pemulihan.
Hasil inventarisasi akan dilaporkan kepada Bupati Maluku Tenggara dan menjadi bahan koordinasi dengan kementerian terkait.
Raudha mengatakan pemerintah daerah berharap proses pendataan dan tindak lanjut pemulihan dapat dilakukan segera agar kerusakan fasilitas tidak mengganggu kegiatan belajar siswa dalam jangka panjang.
“Kita berharap setelah pendataan ini selesai, langkah selanjutnya bisa segera ditindaklanjuti, sehingga aktivitas belajar siswa tidak terganggu dalam jangka panjang,” katanya.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis :
Editor :



