Tiga Hari Pascagempa, TelkomGroup Pulihkan 100% Layanan di NTT dan Salurkan Bantuan
potretmaluku.id – Hanya tiga hari setelah gempa bumi melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), TelkomGroup berhasil memulihkan 100 persen layanan telekomunikasi dan digital yang sempat terdampak. Setelah konektivitas kembali normal, fokus kini bergeser pada menjaga stabilitas jaringan sekaligus membantu kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Direktur Utama PT Telkom Dian Siswarini mengatakan, pemulihan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel sekaligus memastikan masyarakat dapat kembali terhubung secepat mungkin.
Kata dia, fokus utama adalah memastikan konektivitas masyarakat dapat segera kembali normal, dengan tetap menempatkan keselamatan seluruh personel sebagai prioritas.
“Kami bersyukur seluruh layanan kini telah kembali normal hanya dalam waktu tiga hari. Kecepatan pemulihan ini tidak terlepas dari kerja cepat seluruh tim TelkomGroup, serta kolaborasi erat dengan pemerintah, relawan, dan seluruh pihak yang terlibat. Apresiasi sebesar-besarnya atas sinergi yang memungkinkan masyarakat NTT kembali terhubung,” ungkap Dian, Selasa (18/8/2026).
Sejak hari pertama pascagempa, TelkomGroup mengerahkan tim teknis untuk melakukan asesmen dan perbaikan pada sejumlah infrastruktur yang terdampak, terutama di area kritikal. Pemulihan turut ditopang sistem jalur cadangan jaringan atau link redundancy yang menjaga backbone tetap berfungsi.
Meski satu ruas kabel laut dan beberapa ruas fiber optic darat masih dalam pemeliharaan, jalur cadangan telah difungsikan sebagai jalur utama untuk mempertahankan ketersediaan layanan.
Di wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial, konektivitas satelit Telkomsat juga tetap dioperasikan pada 17 titik. Selain memperbaiki infrastruktur, TelkomGroup juga membuka akses internet gratis di sejumlah posko pengungsian dan lokasi Kantor Wilayah Telkom.
Dukungan lainnya berupa kartu perdana SIMPATI berkuota, Paket Darurat Telkomsel hingga Hotline Tanggap Bencana yang beroperasi selama 24 jam dan bebas pulsa.
Fasilitas tersebut memungkinkan masyarakat tetap berkomunikasi dengan keluarga, memperoleh informasi penting serta membantu koordinasi selama kondisi darurat. Namun, bagi TelkomGroup, pulihnya jaringan bukan berarti misi penanganan bencana selesai.
Direktur Network Telkom, Nanang Hendarno mengatakan, dukungan akan terus dilanjutkan untuk membantu masyarakat melewati masa pemulihan. Tuntasnya pemulihan layanan bukan berarti dukungan Telkom berhenti.
“Kami memahami bahwa masyarakat masih membutuhkan pendampingan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari. TelkomGroup akan terus hadir melalui dukungan konektivitas dan bantuan kemanusiaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, agar proses pemulihan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Nanang usai menyalurkan bantuan ke posko pengungsian di Kabupaten Nagekeo.
Bersamaan dengan pemulihan konektivitas, TelkomGroup menyalurkan bantuan kemanusiaan ke lima wilayah terdampak, yakni Nagekeo, Reo, Ruteng, Maumere dan Bima, berupa bahan makanan dan sembako, kebutuhan bayi dan anak serta berbagai logistik rumah tangga.

Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD dan posko pengungsian setempat agar bantuan dapat diterima dan dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan. Dukungan juga akan dilanjutkan untuk kebutuhan posko, termasuk membantu penyelenggaraan dapur umum dan posko kesehatan.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) TelkomGroup dalam mendukung masyarakat memasuki fase normalisasi pascabencana.
Dengan jaringan yang telah kembali stabil dan dukungan kemanusiaan yang terus berjalan, TelkomGroup menegaskan komitmennya untuk mendampingi masyarakat NTT hingga aktivitas sosial dan ekonomi berangsur pulih. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



