Maluku Tenggara

Tekan Angka Unmet Need, Maluku Tenggara Targetkan Generasi Muda Berdaya Saing Global

potretmaluku.id – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mulai mengonsolidasikan strategi penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045. 

Fokus utamanya adalah membenahi akses layanan kesehatan reproduksi dan penyiapan generasi muda di wilayah-wilayah prioritas.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Maluku Tenggara, Hashim Rengil, menyatakan bahwa fondasi negara yang kuat harus dimulai dari pembenahan di level ohoi (desa). 

Hal tersebut ia sampaikan di sela kegiatan pelayanan kontrasepsi massal untuk menekan angka unmet need atau kebutuhan keluarga berencana yang tidak terpenuhi di Desa Rumat, Rabu, 11 Februari 2026.

Unmet need atau kebutuhan KB yang tidak terpenuhi, adalah kondisi di mana wanita pasangan usia subur (PUS) ingin menunda kehamilan atau berhenti memiliki anak, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi. 

Ini merupakan indikator penting dalam program KB karena berpotensi menyebabkan kehamilan tidak diinginkan dan meningkatkan angka kematian ibu.

“Kita menginginkan generasi muda Maluku Tenggara, khususnya di Kei Kecil Timur, memiliki daya saing yang setara dengan masyarakat urban. Wajah lokal, namun dengan otak cerdas, rezeki kota, dan jaringan bisnis mendunia,” ujar Rengil di hadapan tenaga medis dan warga.

Rengil menekankan, pencapaian target tersebut mustahil terwujud tanpa peran tenaga medis sebagai lini terdepan pelayanan publik. 

Selain akses kesehatan, program ini bertujuan menciptakan perencanaan keluarga yang lebih matang agar setiap anak yang lahir memiliki jaminan nutrisi dan pendidikan yang layak.

Menurut dia, ohoi-ohoi di bawah wilayah kerja Puskesmas Rumaat diproyeksikan menjadi percontohan basis pembinaan pemuda. 

Strategi ini memerlukan kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten untuk memastikan program keluarga berencana tidak hanya sekadar angka administratif, melainkan instrumen peningkatan kualitas hidup.

“Investasi pada generasi muda sejak dini melalui penguatan program KB adalah fondasi jangka panjang. Jika manajemen kependudukan di tingkat desa berhasil, Maluku Tenggara akan menjadi penyumbang signifikan bagi SDM unggul nasional pada 2045 mendatang,” tuturnya.

Melalui langkah ini, DPPKB Maluku Tenggara berharap dapat memutus mata rantai masalah kependudukan dan kemiskinan dengan memastikan setiap keluarga memiliki perencanaan yang sehat dan berkelanjutan.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button