Siasat Pemerintah Redam Harga Cabai lewat Gelar Pasar di Berbagai Sentra
potretmaluku.id – Kementerian Pertanian memastikan pasokan aneka cabai nasional berada dalam kondisi surplus menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Proyeksi neraca pangan menunjukkan cadangan cabai rawit bakal mencapai puncaknya pada Maret 2026 dengan kelebihan pasokan sebesar 99 ribu ton.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, menyatakan ketahanan pasokan ini didorong oleh luas panen yang tersebar di sentra utama Pulau Jawa, Sumatra, hingga Nusa Tenggara Barat.
Selain cabai rawit, komoditas cabai besar juga diprediksi surplus sekitar 11 ribu ton pada periode yang sama.
“Pemerintah memastikan produksi dan pasokan cabai nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali. Kami menjamin kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri terpenuhi dengan baik,” ujar Taufiq dalam keterangannya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muh. Agung Sunusi, menambahkan bahwa pemantauan lapangan di sejumlah wilayah seperti Garut, Sumedang, hingga Lombok Timur menunjukkan tren positif.
Meski dibayangi tantangan anomali cuaca, pertanaman cabai dilaporkan tetap sehat dan aktivitas panen berlangsung berkelanjutan.
Untuk meredam fluktuasi harga di tingkat konsumen, pemerintah menggandeng Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) guna menggelar pasar murah secara serentak di berbagai daerah.
Langkah ini diambil setelah harga cabai rawit merah sempat bergejolak hingga menyentuh angka Rp90 ribu per kilogram di Pasar Induk Kramat Jati.
Ketua ACCI, Ardi, mengungkapkan bahwa para petani yang tergabung dalam asosiasi telah sepakat menjual cabai rawit merah seharga Rp50.000 per kilogram dalam gelar pasar tersebut.
Angka ini berada di bawah Harga Acuan Produsen (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram.
“Harga yang wajar bukan hanya melindungi petani agar tetap mendapat margin layak, tetapi juga menjamin keberlanjutan pasokan nasional,” kata Ardi.
Aksi pasar murah ini telah menjangkau wilayah Banjarnegara, Sleman, Cianjur, hingga Enrekang, dan akan segera diperluas ke pasar-pasar di Jakarta.
Dengan kondisi neraca pangan yang positif, pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan aksi borong (panic buying) karena ketersediaan pasokan dipastikan terjaga hingga Idulfitri mendatang.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



