Saadiah : Kedamaian Jauh Lebih Berharga Daripada Ego Sesaat
potretmaluku.id – Anggota DPR RI, Saadiah Uluputty kunjungi posko pengungsi korban kebakaran rumah di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Jumat (22/8/2025).
Kedatangan Saadiah disambut baik Kepala Desa dan Ibu PKK dan sejumlah perangkat desa lainnya. Pada kesempatan tersebut, srikandi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyalurkan sejumlah bantuan logistik kepada korban kebakaran rumah akibat konflik antar dua kelompok warga Hitu dan Hunuth pada Selasa (19/8/2025) kemarin.
Saadiah menyampaikan, insiden yang terjadi beberapa hari lalu adalah cobaan dan ujian bagi semua, dan pasti ada hikmah yang bisa dipetik oleh semua orang, baik oleh warga Hitu, warga Hunuth, maupun orang Maluku secara umum.
“Terutama juga bagi anak anak sekolah yang pada mereka ilmu itu diajarkan. Bagi generasi mereka masa depan Maluku akan diwariskan. Harus ada transformasi dan keinginan untuk belajar dari setiap peristiwa,”kata Saadiah.
Menurutnya, peristiwa memilukan yang terjadi, dimana rumah-rumah warga ikut terbakar, menyisakan luka yang dalam bagi semua orang. Tidak ada seorang pun yang menginginkan musibah itu terjadi.
“Karena setiap rumah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat berkumpulnya cinta, doa, dan harapan keluarga,”ungkapnya.
Saadiah menekankan pentingnya menjaga dan merawat perdamaian, dan jangan membiarkan api yang membakar rumah menjalar menjadi api kebencian yang membakar hati.
“Kita telah belajar dari sejarah panjang Maluku, bahwa perpecahan hanya menyisakan air mata,”imbuhnya.
Kata dia, yang dibutuhkan adalah saling menguatkan, saling melindungi, dan kembali merajut persaudaraan sejati. Salah satu hikmah yang patut dicontohkan adalah kehadiran cepat Pemerintah Kota Ambon, Maluku Tengah, dan Pemerintah Propinsi Maluku serta kesigapan aparat TNI/Polri yang datang ke lokasi kejadian.
Terlebih sikap bijaksana pimpinan Negeri Hitu dan Hunuth yang langsung berpelukan memaafkan dan bersedia untuk membangun kembali secara gotong royong rumah rumah yang terbakar.
Ini juga contoh bagi semua pihak, bahwa tak ada yang ingin luka menjadi bara dendam yang melukai kehidupan persaudaraan.
“Mari kita jadikan kejadian ini sebagai pengingat, bahwa kedamaian jauh lebih berharga daripada ego sesaat,”cetusnya.
Soal kerusakan infrastruktur, itu bisa dibangun kembali, rumah bisa diperbaiki, tapi retaknya persaudaraan akan sulit disembuhkan bila terus saling menyalahkan.
“Mari tetap bergandeng tangan, saling menguatkan, dan menjaga bumi raja-raja dalam damai,”ungkap Saadiah. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



