Maluku

Rilis Akhir Tahun Polda Maluku 2025: Begini Kondisi Kasus Korupsi dan Kriminalitas

potretmaluku.id – Kepolisian Daerah Maluku mencatat adanya pergeseran tren kriminalitas sepanjang tahun 2025. Meski secara total jumlah tindak pidana menurun tipis dari 4.544 kasus pada 2024 menjadi 4.471 kasus, angka kejahatan konvensional justru merangkak naik sebesar 2,85 persen.

Kapolda Maluku, Irjen Pol. Dadang Hartanto, mengungkapkan bahwa kejahatan konvensional masih mendominasi dengan 4.322 kasus.

Dari jumlah tersebut, kasus penganiayaan atau kekerasan menjadi yang tertinggi dengan angka mencapai 1.118 laporan.

“Secara umum wilayah Maluku berjalan aman dan kondusif, namun kenaikan pada kasus konvensional dan penganiayaan tetap menjadi atensi kami ke depan,” ujar Dadang dalam rilis akhir tahun di Markas Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Rabu, 31 Desember 2025.

Selain kejahatan fisik, Polda Maluku menyoroti penanganan kasus korupsi. Hingga Desember 2025, tercatat 46 kasus korupsi dengan akumulasi kerugian negara mencapai Rp20,6 miliar.

Dari jumlah tersebut, polisi baru berhasil menyelesaikan delapan perkara dengan total 15 tersangka, serta menyita aset senilai Rp435,7 juta.

Di sektor narkoba, terjadi penurunan jumlah laporan dari 180 kasus pada 2024 menjadi 141 kasus pada 2025. Namun, volume barang bukti yang disita justru meningkat signifikan.

Barang bukti sabu-sabu naik menjadi 375,83 gram dan ganja meningkat hampir dua kali lipat menjadi 2.120 gram.

Dadang juga memaparkan tantangan geografis Maluku yang 92 persen wilayahnya terdiri dari perairan. Kondisi ini tidak sebanding dengan kekuatan personel yang hanya berjumlah 8.893 orang, atau hanya sekitar 59 persen dari kebutuhan ideal sebanyak 15 ribu personel.

“Keterbatasan personel di wilayah kepulauan ini kami siasati dengan peningkatan kemampuan anggota dan penguatan hubungan berbasis karakteristik masyarakat,” tuturnya.

Strategi ini diklaim efektif menekan angka konflik sosial hingga 51,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Terkait kecelakaan lalu lintas, terdapat penurunan jumlah kejadian dari 361 menjadi 334 kasus. Meski korban meninggal dunia berkurang menjadi 87 orang, nilai kerugian material justru melonjak hingga Rp2,06 miliar.

Dadang mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam berkendara dan menghindari konsumsi minuman keras yang sering menjadi pemicu utama kecelakaan dan konflik di Maluku.

Menutup keterangannya, Kapolda mengajak insan pers dan masyarakat untuk terus bersinergi menjaga situasi tetap sejuk menjelang tahun 2026.

Ia menekankan pentingnya peran media dalam mengklarifikasi informasi bohong (hoax) yang kerap memicu gangguan keamanan.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button