AmboinaMalukuNasional

Pilkada 2029 Masih Jauh, PKS Maluku Tawarkan Koalisi ke Gerindra

potretmaluku.id – Meski kontestasi Pilkada 2029 masih sangat jauh, namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku lebih dini menawarkan koalisi bersama Partai Gerindra.

Tawaran itu disampaikan Ketua DPW PKS Maluku, Fachri Husni Alkatiri kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa yang juga adalah Ketua DPD Partai Gerindra Maluku yang hadir dalam kegiatan pelantikan pengurus DPW PKS Maluku di Hotel Santika, Minggu (28/8/2025).

“PKS tidak berambisi menjadi kepala daerah nomor 1. Target kita cukup nomor 2 pak gub (gubernur). Jadi kalau pak gub punya kader yang mumpuni untuk jadi nomor 1, kami siap,”kata Alkatiri ke Hendrik Lewerissa.

Kata dia, pesan itu sengaja disampaikan kepada Gubernur Hendrik Lewerissa yang notabenenya adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Maluku.

Menurutnya, tidak ada partai yang akan mendominasi kemenangan secara mutlak pencapaian. “Jadi pak Gubernur, itu target kami, mohon dibantu. Karena kita tidak bisa mencapai target kalau tidak bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Maluku,”ujarnya.

Dia mengaku, ada kesamaan antara visi PKS dengan Partai Gerindra pada kata pelayanan. Dia menjelaskan, visi PKS adalah menjadi partai islam rahmatan lil alamin yang kokoh dan terdepan dalam melayani rakyat dan NKRI.

Di Partai Gerindra, lanjut Alkatiri, tidak ada kata pelayanan, tapi menjadi parpol yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial dan tatanan politik negara yang berlandaskan pada nilai nasionalisme dan religiusitas.

Menciptakan kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial tidak bisa tidak tanpa pelayanan kepada masyarakat.

“Karena kesamaan itulah, saya berharap kedepan PKS dan Partai Gerindra, sekaligus juga partai yang ada di Maluku bisa sama-sama bersinergi memajukan Maluku untuk Indonesia yang lebih baik,”ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Alkatiri juga menyampaikan dukungan PKS Maluku untuk pemerintahan Hendrik Lewerissa. Bagi dia, parpol adalah wadah bagi setiap kader untuk melatih diri menjadi bagian dari penyelenggaraan negara.

“Karena itu, partai politik yang telah mendapatkan kesempatan untuk memimpin daerah, baik di provinsi maupun kabupaten/kota juga harus terbiasa berkolaborasi,”tandas Alkatiri. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button