Pelatihan Otomotif dan Meubel: Langkah Bupati Maluku Tenggara Cetak Wirausahawan Muda

potretmaluku.id – Suara mesin dan aroma kayu tercium samar di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Senin (6/10/2025).
Di ruangan itu, puluhan pemuda dari berbagai kecamatan mengikuti pelatihan otomotif dan pertukangan meubel. Mereka datang dengan satu harapan: memiliki keterampilan yang bisa membuka jalan menuju kemandirian ekonomi.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menyebut kegiatan ini sebagai langkah konkret pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing kewirausahaan generasi muda di wilayahnya.
“Melalui kerja sama ini, kami berkomitmen membuka ruang bagi pengembangan potensi pemuda agar mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri, kreatif, dan produktif,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Maluku Tenggara dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon.
Sebanyak 32 peserta mengikuti program ini, berasal dari wilayah Kei Kecil, Kecamatan Manyeuw, Kei Besar, dan Kei Besar Selatan.
Menurut Thaher, pelatihan tersebut bukan sekadar membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan mental kewirausahaan yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan zaman.
“Tantangan dunia usaha saat ini semakin kompleks. Penguasaan keahlian menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang. Saya berharap peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh agar dapat menghasilkan karya yang bernilai jual tinggi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memanfaatkan hasil pelatihan. Pemerintah daerah, kata dia, akan mendorong dinas teknis seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pendidikan, serta Dispora untuk turut menampung dan mengembangkan produk-produk lokal hasil karya peserta.
Dalam sambutannya, Thaher sempat mengenang masa lalu. Ia mengingatkan bahwa Maluku Tenggara pernah memiliki Balai Pelatihan yang aktif dan menghasilkan banyak tenaga terampil, namun kini tidak lagi beroperasi.
“Kita pernah punya sejarah hebat, seperti kerja sama antara STM Siwa Lima Langgur dan PT Nurtanio Bandung di era B.J. Habibie. Semangat dan kemampuan lokal itu harus kita hidupkan kembali,” tuturnya.
Selain menanamkan semangat produktivitas, Bupati juga mengingatkan peserta untuk menjauhi kebiasaan negatif seperti konsumsi minuman beralkohol.
Menurutnya, kunci keberhasilan dalam berwirausaha berangkat dari disiplin, kerja keras, dan integritas.
“Jadikan pelatihan ini sebagai titik awal. Jadilah agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat di lingkungan masing-masing,” pesan Thaher.
Ia menutup sambutannya dengan memberikan apresiasi kepada Dispora Maluku Tenggara dan BPVP Ambon atas komitmen mereka dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut.
Thaher berharap kerja sama semacam ini dapat terus berlanjut, tidak hanya di bidang otomotif dan meubel, tetapi juga sektor lain yang sesuai dengan potensi lokal.
“Dengan pelatihan seperti ini, kita berharap lahir wirausahawan muda yang kompeten dan mampu bersaing, bukan hanya di Maluku Tenggara, tapi juga di tingkat nasional,” ujarnya.
Pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari ini diharapkan menjadi awal dari kebangkitan ekonomi berbasis keterampilan lokal.
Di tengah tantangan lapangan kerja yang terbatas, program seperti ini memberi harapan baru bagi generasi muda Kei untuk menata masa depan dengan tangan sendiri.(TIA)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



