Pegiat Literasi Desa Bontonyeleng, Bulukumba, Menjadikan Kebun Sebagai Ruang Alternatif Bersama

Suasana kian menarik dengan hadirnya kawan-kawan UMKM dari The Panas Dingin, yang menjual kopi, dan Buroncong yang mwnyediakan kue tradisional Sulawesi Selatan itu.
Rumah Buku sebagai pelapak hadir pula untuk menjaga ekosistem literasi. Mereka berupaya memberi rimbun kesadaran terhadap pentingnya membaca di mana pun kita berada.
Pengunjung kegiatan ini dari berbagai kalangan, mulai anak kecil, remaja, dewasa hingga orang tua. Mereka memberi respons positif terhadap kegiatan “Di Bawah Suasana”, yang dianggap menghadirkan suasana berbeda dan mampu menghidupkan suasana kebun. Ini semacam membentuk arus cerita baru untuk dilanjutkan pada volume 2.
Muhammad Harisah sebagai founder Kebun Bersama, dalam diskusi bertema Desa dengan isu pertumbuhan dan pemasyarakatan menyampaikan bahwa sebenarnya masyarakat di sini hanya butuh ruang atau titik kumpul bersama.
Mereka tidak perlu suasana yang perfect, juga sarana seperti di televisi. Suasana natural begini, katanya, justru bisa merangkul banyak warna dari kalangan berbeda.
Kegiatan ini, menurut pelaksana, bakal terus dilakukan dan menjadi agenda tetap. Sambutan hangat akan selalu diberikan kepada mereka yang hadir agar mereka menikmati rimbun bambu dan suasana kebun.
Di harapkan ke depannya, kegiatan ini dapat bertumbuh terus secara organik. Pelaksana kegiatan sudah berencana akan mengadakan Suasana Camp di malam minggu berikutnya, pada tanggal 12 Juli 2024. (*)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



