PendapatPendidikan & Kesehatan

Lanskap Pendidikan Karakter Kita

PENDAPAT

Selanjutnya 3) cerdas, yaitu memiliki sikap hidup dan kepribadian yang rasional, cinta ilmu, terbuka, dan berpikiran maju; dan 4) mandiri, yaitu memiliki sikap hidup dan kepribadian merdeka, disiplin tinggi, hemat, menghargai waktu, ulet, wirausaha, kerja keras, dan memiliki cinta kebangsaan yang tinggi tanpa kehilangan orientasi nilai-nilai kemanusiaan universal dan hubungan antar peradaban bangsa-bangsa.

Ciri-ciri karakter SDM tersebut perlu diimplementasikan oleh generasi muda bangsa, tatkala mereka tumbuh dewasa dan beraktifitas di tengah-tengah kehidupan bangsa dan negara.

Beranjak dari perspektif vital pendidikan karakter tersebut, sebenarnya banyak kalangan yang konsen mengamati implementasi pendidikan karakter kepada generasi muda bangsa, justru pesimis dengan output dari pelaksanaan pendidikan karakter bagi generasi muda bangsa.

Sebab, dalam pandangan mereka, meskipun pendidikan karakter bagi generasi muda bangsa intens diberikan dari tahun ke tahun, namun tidak berdampak masif terhadap penurunan angka berbagai tindak pidana umum (pidum) : korupsi, penipuan, pencurian, pembegalan, penjambretan, asusila, penganiayaan, narkoba, pencemaraan nama baik, penghilangan nyawa, dan beberapa tindak pidana umum lainnya.

Berbagai kalangan yang konsen mengamati implementasi pendidikan karakter kepada generasi muda bangsa tersebut lantas bertanya dengan nada pesimis, apakah tidak adanya penurunan berbagai tindak pidana umum tersebut, sebagai bukti dari gagalnya pelaksanaan pendidikan karakter kepada generasi muda bangasa ?.

Tentu kita tidak bisa menjawabnya secara simpel bahwa, itu semata-mata karena gagalnya implementasi dari pelaksanaan pendidikan karakter kepada generasi muda bangsa.

Hingga akibatnya mereka melakukan tindak pidana umum, yang merugikan kepentingan umum. Namun tentunya kita perlu menyadari bahwa terdapat aspek determinen lainnya, yang berdampak pada tindak pidana umum tersebut.

Salah satu diantaranya yakni, faktor sosial-ekonomi, dimana orang sampai dengan nekat melakukan tindak pidana umum, karena dililit kemiskinan. Sehingga menyambung hidupnya dengan melakukan tindak pidana umum seperti : mencuri, menjambret, membegal, mencopet, dan menipu.

Kendati demikian, ditengah pesimisme berbagai kalangan yang konsen mengamati implementasi pendidikan karakter kepada generasi muda bangsa tersebut, tentunya kita selaku warga masyarakat tetap memiliki optimisme yang kuat, dengan pelaksanaan pendidikan karakter kepada generasi muda bangsa.

Mekanismenya dengan tetap melaksanaan pendidikan karakter secara holistik dan berkesinambungan kepada generasi mdua bangsa. Hal ini diikuti dengan proses evaluasi secara serius, sehingga pada akhirnya pelaksanaan pendidikan karakter kepada generasi muda bangsa dapat berhasil dengan baik.(*)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4

Berita Serupa

Back to top button