
Dengan komitmen serius dari Pemerintah dalam membangunan inprastruktur pendidikan per tingkatannya di tanah air tersebut. Tentu terdapat ekspetasi dari kita selaku warga masyarakat, agar dapat digunakan oleh generasi muda bangsa, dalam mengenyam pendidikan.
Outputnya meningkatkan wawasan mereka tentang ilmu pengetahuan (science), sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada tingkatan berikutnya, maupun sebagai modal untuk mereka mencari pekerjaan tatkala mereka sudah lulusan dari SLTA dan PT.
Dalam konteks ini, pembangunan inprastruktur pendidikan per tingkatannya di tanah air oleh Pemerintah tidak sekedar untuk menciptakan generasi muda bangsa, yang mampu memahami ilmu pengetahuan semata.
Tapi mampu menciptkan generasi muda bangsa, yang terampil yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Hal ini akan berimplikasi positif terhadap terserapnya mereka pada pasar kerja, sekaligus menekan angka pengguran yang tidak kita harapkan bersama.
Bahkan Pemerintah tidak sekedar untuk menciptakan generasi muda bangsa, yang mampu memahami ilmu pengetahuan saja. Namun para generasi muda bangsa tersebut, diharapkan harus memiliki kemampuan dalam menciptakan lapangan kerja.
Dengan cara seperti ini, maka tentunya akan mengurangi beban Pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan, dimana dari sisi anggaran untuk proses rekruitmen, pendidikan dasar kepegawaian sampai dengan penggajian, tentu menelan anggaran yang tidak sedikit.
Di luar upaya Pemerintah yang gencar membangun insprastruktur pendidikan tersebut, ternyata meyisahkan problem. Hal ini dikarenakan, tidak representasinya insprastruktur pendidikan per tingkatan mulai dari PAUD, SD, SLTP dan SMA di Daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), yang masih jauh dari layak. Dimana wilayah ini mengalami keterbatasan dalam aksesibilitas, infrastruktur, dan pelayanan dasar.
Dampaknya bangunan sekolah yang reyot, minim dan tidak layaknya fasilitas sekolah, akses ke sekolah yang sulit, ketiadaan listrik, serta jumlah guru yang tidak sepadan dengan kapasitas murid yang harus diajari di kelas.
Meskipun demikian, Pemerintah tetap memiliki komitmen serius, untuk membangun inprastruktur pendidikan per tingkatannya, yang merata dan representatif di seluruh tanah air. termasuk di Daerah 3T.
Hal ini dilakukan agar mampu menjamin aksesebilitas generasi bangsa untuk mengenyam pendidikan, tanpa perlu pergi jauh lagi hingga ke desa atau kelurahan tetangga, hanya untuk sekeder bersekolah. Komitmen Pemerintah tersebut, menandakan Pemerintah respons terhadap kepentingan generasi bangsa di di Daerah 3T, yang sangat membutuhkan inprastruktur pendidikan yang layak.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



