Kepala Pelindo Maluku Sebut Kenyamanan Penumpang di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon Menurun
potretmaluku.id – Tingkat kenyamanan calon penumpang di pelabuhan kapal Yos Sudarso Kota Ambon menurun. Hal itu dikarenakan pekerjaan renovasi secara besar-besaran dan pembangunan terminal penumpang yang masih terus berlangsung.
Kepala Pelindo Wilayah Provinsi Maluku, Zahlan kepada wartawan menyampaikan, renovasi terminal berdampak langsung terhadap sejumlah fasilitas utama di kawasan pelabuhan, seperti area parkir, ruang tunggu, dan toilet. Selain itu, peningkatan jumlah penumpang turut menyebabkan kepadatan di terminal.
“Memang kita akui saat ini ada pengurangan area parkir dan ruangan karena adanya renovasi dan pembangunan terminal penumpang. Dampaknya tentu ada sedikit gangguan kenyamanan bagi calon penumpang,”ujar Zahlan, Rabu (17/12/2025).
Sebagai pengelola, kata Zahlan, PT Pelindo telah melakulan upaya antisipasi dengan menyiapkan tenda pada area luar terminal untuk para calon penumpang yang belum bisa masuk ke ruang tunggu.
Namun jumlah tenda yang tersedia masih terbatas, sehingga perlu ada penambahan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Selain itu, pengelola juga menyiapkan toilet portable untuk menggantikan sejumlah toilet permanen yang tidak dapat digunakan akibat proses renovasi.
“Saat ini, toilet portable tersebut masih dalam tahap pemasangan. Sementara itu, penumpang diarahkan untuk menggunakan toilet di musala serta toilet di kantor workshop pelabuhan,”jelasnya.
Menyangkut operasional terminal, lanjut Zahlan, ruang tunggu baru dibuka sekitar dua jam sebelum kapal sandar sesuai dengan prosedur pemeriksaan tiket. Kondisi itu menyebabkan sebagian penumpang, khususnya penumpang transit yang menunggu selama enam hingga delapan jam, harus beristirahat di area pelataran terminal.
“Memang tidak bisa diharapkan sama nyamannya seperti di rumah, apalagi saat ini kondisi terminal sedang dalam proses renovasi dan pembenahan,”ujarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk membatasi jumlah pengantar dan penjemput yang masuk ke area pelabuhan guna mengurangi kepadatan.
Selain itu, pedagang kaki lima juga diminta tetap berjualan di lokasi yang telah ditentukan dan tidak menggunakan jalur akses penumpang.
“Kami harap area akses pergerakan penumpang tidak digunakan untuk berjualan agar mobilitas tetap lancar, terlebih saat ini sudah memasuki puncak arus penumpang,”ungkapnya.
Terkait proyek renovasi, pembangunan terminal penumpang merupakan proyek multiyears. Paket pertama ditargetkan rampung pada akhir tahun depan dan akan dilanjutkan dengan tahap penyempurnaan, termasuk pembangunan darat dan fasilitas pendukung lainnya.
“Target kami adalah memanusiakan semua pengguna jasa pelabuhan dan memberikan pelayanan yang layak tanpa diskriminasi. Harapannya, ke depan kualitas pelayanan pelabuhan bisa setara dengan bandara,” tutup Zahlan. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



