Kuliner

Kenikmatan Nasi Pulut Siram Tulehu: Perjalanan Malam yang Tak Terlupakan

BEBERAPA hari terakhir saya merasa terus-terusan ingin ngemil, terutama setiap kali scrolling media sosial. Apalagi kalau sudah melihat konten makanan yang menggoda, rasanya mulut jadi otomatis ingin ikut mengunyah.

Nah, sore itu saya iseng membuka TikTok, dan mendadak ada satu konten yang langsung bikin penasaran, nasi Pulut Siram khas Desa Tulehu di Pulau Ambon, Maluku.

Sudah bisa dibayangkan betapa lezatnya ketan lembut yang disiram dengan kuah manis legit, apalagi katanya jajanan ini legendaris di Tulehu, desa yang paling banyak menyumbangkan pemain sepak bola di Indonesia. Tidak salah, pemerintah lantas menobatkan Tulehu sebagai Kampung Sepak Bola.

Karena belum pernah mencicipi sebelumnya, malam itu juga saya nekat memutuskan pergi ke Tulehu, meskipun jaraknya lumayan jauh dari rumah.

Perjalanan Malam yang Penuh Tekad

Jam sudah menunjukkan pukul 19.30 WIT ketika saya menyalakan sepeda motor. Jalanan malam yang gelap dan udara dingin, sama sekali tidak menyurutkan semangat saya. Kebetulan juga saya sudah janjian dengan seorang sahabat yang memang tinggal di Tulehu.

nasi pulut siram

Sebelum berangkat, saya sempat bertanya ancar-ancar jalan ke tempat jualan Nasi Pulut Siram ini. Pesannya simpel saja, katanya:

“Dari Tugu Bola lurus saja sampai ketemu Masjid Tulehu, terus belok kiri. Kalau sudah lihat orang-orang antri di depan rumah yang masih bergaya jadoel, berarti sudah sampai.”

Antrian Panjang di Depan Rumah Klasik

Setelah sekitar 30 menit perjalanan, saya akhirnya tiba di Tulehu. Benar saja, baru pukul 20.00 WIT, tapi sudah ada kerumunan orang yang antri di depan halaman rumah bergaya Belanda itu. Padahal, mereka baru mulai berjualan pukul 21.30 WIT.

Sambil menunggu, saya berkesempatan mengobrol dengan sosok legendaris di balik kuliner ini: Habiba Tehupelasurry, atau yang akrab dipanggil Mama Biba.

Perempuan berusia 67 tahun ini adalah tangan ajaib di balik racikan Nasi Pulut Siram, yang sudah menjadi ikon kuliner Tulehu selama 26 tahun terakhir.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

1 2 3Next page

Berita Serupa

Back to top button