Kutikata

Kalu Su Bagini, Mau Harap Sapa Lai

KUTIKATA

Oleh: Elifax Tomix Maspaitella (Pemerhati Sosial)


Kalu su bagini, mau harap sapa lai” (=jika sudah seperti begini, mau mengharapkan siapa lagi). Kadang ini diucapkan sebagai tanda “manyasal babae paskali, tagal harap dong bisa biking bae padahal tar bisa apapa paskali” (=penyesalan, karena berharap mereka yang dipilih bisa melakukan sesuatu yang baik tetapi hal itu tidak terjadi sama sekali).

Ini bukang tagal salah pilih” (=hal ini bukan karena telah salah memilih) “malengkang orang-orang nih seng tau su katagorang apa lai nih” (=melainkan orang-orang ini, entah kerasukan roh apa), “sampe lupa diri paskali” (=sampai semacam lupa diri).

Su kase kepercayaan mar tar jaga akang” (=sudah diberi kepercayaan namun tidak menjaga kepercayaan itu). “Kalu su macang bagini, gagartang lia dong paskali” (=kalau seperti ini, hati jengkel melihat mereka), karena “kamuka-kamuka tuh gamang par minta jatah” (=awalnya bernafsu memintah jatah), “mar pas su kase nih, tar bisa par biking apapa satu” (=namun setelah diberikan, tidak bisa melakukan suatu apa pun).

Kalu su bagini, mau harap sapa lai“? (=Jika sudah seperti ini, mau mengharapkan siapa lagi?) “Jadi sudah jua” (=jadi, sudahlah). “Su waktu sudah nih, jang tahang lai, lapas sa jua, daripada orang banya dapa susa” (=sudah saatnya, tidak usah dipertahankan lagi, dilepaskan saja, daripada banyak orang yang susah).

Mau harap labe lai, asal biking babae boleh po” (=mau berharap lebih, asalkan bisa bekerja dengan baiklah). “Tagal su tar harap lai, jadi sampe jua” (=karena sudah tidak bisa diharapkan lagi, maka cukup la).

Anggap sa ini kabong, minta ale pameri la katong batanang sama-sama, mar kalu ale cuma mau harap nanti baru gale kasbi, la kira-kira beta pameri la batanang sandiri?” (=Anggaplah seperti kebun, anda diminta agar bersama-sama kita membersihkan arealnya, namun jika anda hanya berharap nanti memanen ubinya, lalu apakah saya yang harus membersihkan areal itu dan menanaminya). “Jang cuma mau dapa mar sondor karja” (=jang hanya mau hasilnya tanpa bekerja). “Katong musti karja sama-sama” (=kita harus bekerja bersama-sama).

Rabu, 15 September 2021
Pastori Ketua Sinode GPM Jln Kapitang Telukabessy-Ambon

 


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Lihat Juga
Close
Back to top button