Gubernur Maluku Tekankan Integritas dan Peningkatan Mutu Pendidikan
potretmaluku.id – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa membuka sampul Ujian Sekolah tingkat SMA/sederajat di SMA Negeri 2 Ambon sebagai tanda dimulainya pelaksanaan ujian bagi siswa-siswi kelas XII, Senin (13/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Kepala Sekolah dan Dewan Guru, para siswa-siswi, serta panitia pelaksana ujian sekolah.
Gubernur Hendrik menegaskan, ujian sekolah bukan sekadar rutinitas akhir tahun ajaran, melainkan memiliki urgensi yang sangat mendasar sebagai gerbang penentu masa depan siswa menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun dunia kerja.
“Ujian sekolah adalah instrumen utama dalam menentukan kelulusan siswa setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun. Ini merupakan bentuk akuntabilitas publik sekolah dalam memastikan bahwa peserta didik telah memenuhi Standar Kompetensi Lulusan yang ditetapkan,” kata Hendrik.
Dia menyebut, hasil ujian sekolah juga menjadi cermin bagi Pemerintah Provinsi (pemprov) Maluku dalam memetakan mutu pendidikan di daerah. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan, sehingga seluruh siswa, baik di perkotaan maupun di wilayah pelosok, mendapatkan standar pendidikan yang setara.
Dia juga menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan ujian. Menurutnya, nilai tinggi memang penting, namun kejujuran adalah hal yang utama. Ia mengingatkan agar seluruh peserta didik tidak melakukan kecurangan dalam bentuk apapun.
“Pemimpin Maluku dimasa depan adalah mereka yang memiliki karakter kuat dan integritas tinggi. Oleh karena itu, jagalah kejujuran dalam setiap proses yang dijalani,” terangnya.
Menurutnya, nilai ujian sekolah memiliki peran strategis sebagai syarat administrasi untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, baik untuk mendaftar ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP, SNBT, maupun mandiri, serta seleksi TNI/Polri, sekolah kedinasan, hingga memasuki dunia kerja.
Dalam konteks peningkatan kualitas pendidikan, lanjut Hendrik, ujian sekolah juga menjadi momentum penting untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa, sejalan dengan upaya peningkatan capaian Program for International Student Assessment (PISA) dan rapor pendidikan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan pesan kepada para guru dan pengawas ujian agar menjalankan tugas dengan penuh profesionalisme dan tanggung jawab, serta menciptakan suasana ujian yang tertib, aman, dan kondusif.
“Laksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan kasih sayang, sehingga anak-anak kita dapat mengeluarkan kemampuan terbaik mereka,” tandasnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



