Ekonomi & BisnisNasional

GAN dan SCI Kerja Sama Kembangkan Sorgum untuk Ketahanan Pangan dan Energi

potretmaluku.id – Langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional kembali dilakukan. Dewan Pimpinan Pusat Garuda Astacita Nusantara (DPP GAN) menandatangani nota kesepahaman dengan Sorgum Center Indonesia (SCI) di Sekemala Integrated Farming (Sein Farm) milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Ujung Berung, Selasa, 12 Agustus 2025.

Kerja sama ini berfokus pada pengembangan tanaman sorgum sebagai komoditas serbaguna yang mampu mendukung program ketahanan pangan dan energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Penandatanganan dihadiri perwakilan PT Jakarta Propertindo, Dinas Pertanian dan Pertamanan Kota Bandung, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Universitas Pasundan.

Ketua Umum DPP GAN, Burhanuddin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud dukungan terhadap visi Presiden dalam membangun kemandirian pangan, energi, dan penyediaan air bersih.

“Hasil-hasil riset tidak boleh berhenti di laboratorium. Dengan kolaborasi ini, kita akan menggerakkan penciptaan kantong-kantong ekonomi dan gerakan kewirausahaan masyarakat, melibatkan jaringan GAN di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sorgum, kata Ketua SCI, Prof. Wisnu Cahyadi, memiliki nilai strategis karena semua bagian tanamannya dapat dimanfaatkan. Bulirnya bisa diolah menjadi beras dan tepung, batangnya menghasilkan nira, gula, dan bioetanol, sementara sisa batang, daun, malai, dan akar bisa menjadi bahan bakar setara batu bara atau pakan ternak.

Berdasarkan riset SCI, pangan berbahan sorgum bermanfaat bagi penyintas diabetes, obesitas, dan autoimun. Pakan ternak dari sorgum pun memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk sapi dan kambing, baik pedaging maupun penghasil susu.

“Keunggulan lain, sorgum tumbuh di lahan tidak produktif, hemat air, dan dapat dipanen hingga tiga kali dari satu kali tanam,” kata Wisnu.

Dalam kesempatan itu, PT Jakarta Propertindo menyatakan komitmennya sebagai pembeli utama produk pangan berbahan sorgum, sehingga petani tidak perlu khawatir terhadap serapan hasil panen.

Usai penandatanganan, para pihak melakukan panen sorgum untuk produksi gula dan menanam varietas baru: Sorgum Hibrida ADV 501, Sorgum Hibrida ADV 701, Bioguma, dan Soper 9.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button