Dari Kain Gandong, Cakalele Hingga Totobuang Sambut Gubernur – Wagub Maluku
Potretmaluku.id – Suasana penuh kehangatan menyelimuti Kantor Gubernur Maluku pada Selasa, 4 Maret 2025, saat Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Wagub, Abdullah Vanath tiba di kantor untuk pertama kalinya, setelah resmi dilantik sebagai pemimpin daerah.
Kedatangan kedua pimpinan pada pukul 16.14 WIT disambut dengan antusias jajaran pejabat pemerintah, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta tenaga non-ASN yang telah menanti kehadiran dua tokoh penting itu.
Kehangatan penyambutan sudah terasa sejak mereka menginjakkan kaki di Bandara Pattimura Ambon, sekitar pukul 15.05 WIT, yang berlanjut hingga di Kantor Gubernur.
Saat tiba dengan penerbangan komersial Garuda Indonesia, Hendrik dan Vanath yang didampingi istri masing-masing, disambut serangkaian tarian tradisional, diantaranya tarian cakalele dan tari lenso, yang merupakan simbol keberanian dan kehormatan masyarakat Maluku.
Prosesi pengalungan syal tenun dan pemberian bunga juga turut memperkaya nuansa kehangatan tradisional. Musik tradisional tifa totobuang yang mengiringi prosesi tersebut menambah kekhususan momen, mengingatkan kembali pada akar budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama.
Kedua tokoh penting itu juga tampak berbeda dari biasanya. Menggunakan Pakaian Dinas Harian (PDH) dengan nuansa khaki atau coklat, penampilan kedua pemimpin ini mengisyaratkan kesiapan dan kedewasaan dalam menjalankan tugas.
Kedatangan mereka di bandara disambut Sekda Maluku Sadali Ie, forkopimda, maupun relawan dan ASN Pemprov Maluku. Tidak hanya itu, majelis Latupati Kota Ambon turut hadir untuk menyambut kedua pemimpin dengan sentuhan adat yang khas.

Gubernur dan Wagub bersama keluarga pun dibungkus kain Gandong untuk diantar menuju ruang VIP milik Pemprov Maluku. Gain gandong dalam tradisi masyarakat Maluku memiliki filosofi mendalam dan melambangkan persatuan dan kekeluargaan.
Penyambutan secara adat oleh tokoh-tokoh masyarakat ini menyimbolkan persatuan dan keharmonisan antara pemerintah dan rakyat. Dalam momen tersebut, tradisi turun-temurun yang memadukan kesenian dan ritual adat, menjadi simbol bahwa identitas budaya tetap diutamakan di tengah arus modernisasi.
Suasana penuh kehangatan juga terlihat saat Gubernur dan Wagub menginjakkan kaki untuk pertama kali di halaman kantor Gubernur Maluku, di jalan Pattimura No.1, Kelurahan Uritetu, Kota Ambon. Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sehari-hari bertugas di kantor Gubernur menyambut kedatangan keduanya dengan penuh sukacita.
kehangatan penyambutan kedua pemimpin Maluku periode 2025 – 2030 itu, tidak hanya untuk menandai hadirnya sosok pemimpin baru, tetapi juga untuk mengingatkan kita akan kekayaan warisan budaya yang telah membentuk identitas masyarakat.
Acara penyambutan yang mengusung tema kekeluargaan dan kebersamaan ini, menjadi simbol bahwa pemerintahan tidak hanya soal administrasi dan kebijakan, tetapi juga merupakan perwujudan hubungan emosional serta kebanggaan atas tradisi yang lestari.
Dalam konteks inilah, momen kedatangan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath menyuguhkan paduan antara nilai-nilai tradisional dan semangat modernisasi demi kemajuan daerah.
Gubernur Hendrik Lewerissa mengungkapkan rasa harunya atas sambutan yang diterima, dan menyatakan momen tersebut merupakan pengalaman yang sangat berarti baginya dan Wagub Abdullah Vanath. “Terima kasih untuk penyambutan yang begitu hangat ini. Ini pertama kalinya saya dan pak Wagub hadir di kantor Gubernur,” ujarnya.

Hendrik juga menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan kepada seluruh umat Muslim di Maluku, disertai doa dan harapan bulan penuh ampunan itu memberikan banyak anugerah dan nikmat bagi masyarakat Maluku.
Wakil Gubernur Abdullah Vanath pun tidak kalah antusias, mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pembangunan serta visi misi pemerintahan selama lima tahun ke depan.
Ia menekankan dukungan dan partisipasi aktif semua pihak adalah kunci utama untuk mewujudkan kemajuan daerah, mengukuhkan tekad untuk meraih berbagai capaian pembangunan yang lebih signifikan.
Setelah disambut secara meriah, Gubernur dan Wagub kemudian menggelar rapat perdana bersama Sekretaris Daerah dan pimpinan OPD di ruang kerja gubernur. Pertemuan tertutup ini bertujuan untuk membahas agenda pemerintahan mendesak serta strategi percepatan pelayanan publik dan pembangunan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan merupakan langkah nyata dalam mewujudkan janji politik dan komitmen untuk membangun Maluku yang lebih maju. Keterbukaan dalam berdiskusi dan sinergi antar instansi diharapkan mampu menghasilkan kebijakan inovatif yang berpihak pada rakyat. (JAY)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



