Amboina

Budaya dan Jenama Ambon dalam Integrated City Planning: Identitas, Kreativitas, dan Keberlanjutan

PENDAPAT

Oleh: Ronny Loppies (Direktur Ambon Music Office, Focal Point Ambon UNESCO City of Music, Regional Ambassador of Asia Pacific UNESCO Cities of Music, Evaluator Kota-Kota Kreatif UNESCO, dan Evaluator Kota-Kota Kreatif Indonesia KEMENPAREKRAF)


Konsep pembangunan kota yang berkelanjutan sudah selayaknya tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur. Karakter dan ciri masyarakat pada kota tersebut selayaknya menjadi pertimbangan penempatan objek baru selain lanskap ekologi yang sudah dimiliki dan sangat dipastikan memiliki keseimbangan secara alamiah. 

Keseimbangan alam dalam konteks kota yang berkelanjutan sangatlah penting untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang ramah lingkungan, nyaman untuk ditinggali, dan efisien dalam penggunaan sumber daya. Beberapa aspek penting dalam mencapai keseimbangan alam di kota berkelanjutan tersebut antara lain:

  • Pengelolaan Sumber Daya Alam: Mengelola sumber daya alam secara bijak untuk memastikan ketersediaannya bagi generasi sekarang dan masa depan.
  • Pengurangan Dampak Lingkungan: Mengurangi dampak lingkungan negatif dari aktivitas manusia, seperti polusi udara dan air, serta mengelola limbah dengan baik.
  • Penghijauan dan Ruang Terbuka: Menyediakan ruang terbuka hijau dan penghijauan untuk meningkatkan kualitas udara, mengurangi efek pulau panas, dan menyediakan habitat bagi keanekaragaman hayati.
  • Infrastruktur Hijau: Mengembangkan infrastruktur hijau, seperti taman kota, jalur hijau, dan sistem pengelolaan air hujan, untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
  • Partisipasi Masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengelolaan kota untuk memastikan bahwa kebutuhan dan aspirasi mereka terpenuhi.

Lanskap budaya, secara internasional telah memiliki dokumen deklarasi Mondiacult 2022 dimana budaya dapat diinterseksi dengan sektor-sektor penting dalam pembangunan kota. Budaya merupakan sistem nilai, norma, kepercayaan, adat istiadat, dan tradisi yang dimiliki oleh suatu masyarakat atau kelompok tertentu. Budaya mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti:

  1. Nilai dan norma: prinsip-prinsip moral dan etika yang dianut oleh masyarakat.
  2. Kepercayaan dan agama: keyakinan dan praktik keagamaan yang dianut oleh masyarakat.
  3. Adat istiadat: tradisi dan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
  4. Seni dan hiburan: bentuk-bentuk ekspresi kreatif seperti musik, tarian, teater, dan seni visual.
  5. Bahasa dan komunikasi: bahasa yang digunakan oleh masyarakat untuk berkomunikasi.
  6. Pola pikir dan perilaku: cara berpikir dan berperilaku yang khas bagi suatu masyarakat.

Budaya itu sendiri dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan perkotaan, seperti:

  1. Identitas: budaya membentuk identitas individu dan kelompok dan kota.
  2. Perilaku: budaya memengaruhi perilaku dan tindakan individu dan masyarakat kota.
  3. Komunikasi: budaya memengaruhi cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.
  4. Kreativitas: budaya memengaruhi ekspresi kreatif dan inovasi.

Namun budaya dapat berubah dan berkembang seiring berjalannya waktu, dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:

  1. Globalisasi: pertukaran budaya antara masyarakat yang berbeda.
  2. Teknologi: perkembangan teknologi dapat mempengaruhi budaya dan cara berkomunikasi.
  3. Perubahan sosial: perubahan sosial dan politik dapat memengaruhi budaya dan nilai-nilai masyarakat.

Budaya dan Integrated City Planning (ICP) memiliki hubungan yang sangat erat bila diterapkan secara bijaksana. Budaya dapat memengaruhi perencanaan dan pembangunan kota dalam beberapa cara:

  1. Identitas kota: Budaya lokal dapat membantu menciptakan identitas kota yang unik dan berbeda dari kota-kota lainnya.
  2. Desain arsitektur: Budaya dapat memengaruhi desain arsitektur bangunan dan ruang publik, sehingga mencerminkan nilai-nilai dan tradisi masyarakat.
  3. Penggunaan ruang: Budaya dapat memengaruhi bagaimana masyarakat menggunakan ruang publik, seperti taman, plaza, dan jalan.
  4. Kegiatan ekonomi: Budaya dapat memengaruhi kegiatan ekonomi kota, seperti pariwisata, seni, dan kerajinan.
  5. Kualitas hidup: Budaya dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat, seperti kegiatan rekreasi, hiburan, dan sosialisasi.

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

1 2Next page

Berita Serupa

Back to top button