Ambon Dolo-doloPendapat

Barmaeng Sambil Berkreasi

AMBON DOLO-DOLO

Beta itu suka barmaeng dan membuat mainan sendiri. Beta pung mainan biasanya dari barang-barang bekas. Mainan itu ada yang dari benda-benda material listrik, seperti saklar dan stop kontak. Juga benda-benda lain yang bisa disusun jadi sesuatu, sesuai beta pung imajinasi.

Semua mainan itu beta taruh di dalam kardus. Kalau mau main, baru diambil lalu bawa ke muka rumah, di atas tampa dudu yang terbuat dari semen. Tampa dudu model bagitu biasa disebut deker. Fungsi deker macam-macam, kadang dipakai duduk-duduk sambil minum teh sore atau duduk cari kutu.

Deker ini ada dua, di sisi kiri-kanan pintu rumah. Sebelah kiri ukurannya lebih lebar dari yang kanan. Setelah beta suka menggambar, kira-kira saat di kelas 3 SD, deker itu jadi tempat favorit untuk beta duduk menggambar. Biasanya beta menggambar di sore hari, setelah pulang sekolah. Saat itu, juga su agak basombar, jadi nyaman untuk menggambar.

Kegiatan bermain sambil berkreasi ini begitu dinamis. Selalu saja ada ide. Saat kali di Air Putri masih mengalir bagus dan jernih, katong biasa bermain di situ. Aliran kali Air Putri ini seng deras. Malah di beberapa bagiannya menyempit. Tapi ada lokasi yang bentuknya cukup menarik, mirip teluk. Jadi bagus untuk bikin pelabuhan lengkap dengan jalan raya dan kendaraannya.

Untuk bikin kapal, perahu, maupun mobil-mobilan, katong tinggal cari pelepah daun pohon sagu atau ditilah di Ambon gaba-gaba, yang banyak tumbuh di sekitar situ. Dolo, sebelum Pasar Wainitu dibangun, kawasan dekat katong pung rumah masih dipenuhi hutan sagu. Biasanya, katong cari gaba-gaba yang agak muda supaya mengapung bagus di air. Kalau untuk bikin mobil-mobilan, pake yang agak tua karena bisa dipotong dan dibentuk agak tipis dan kecil. Tak jarang, saat cari gaba-gaba ini, ada yang kakinya terluka akibat injak pica botol (beling) atau tertusuk duri sagu.

Katong biasa bikin kapal barang, kapal layar yang layarnya dari sobekan kain, serta perahu-perahu semang. Mobil-mobilannya dibentuk mirip truk dan oto angkutan kota trayek Air Salobar, yang rutenya melewati kampung Air Putri. Ban truk, katong bikin dari bekas sandal geta (sendal jepit) yang dipotong berbentuk lingkaran. Sedangkan ban oto angkutan kota dibuat dari bekas penutup obat penisilin. Masing-masing ban disambungkan dengan lidi atau bambu yang diraut. Penahannya dari kawat yang dibengkokkan.

Belakangan, permainan kapal-kapalan dan mobil-mobilan di aliran Air Putri ini mulai terganggu. Pabrik sabun yang berada di seberang jalan, kadang membuang limbahnya ke kali. Itu bisa katong lihat saat air kali berbusa. Kalo su bagitu, ikan gabus dan morea biasa kaluar dari persembunyiannya. Kadang juga, katong temukan ikan-ikan itu mati mengapung, mengenaskan. Kasiang.

Kegiatan bermain dan bikin permainan ini mengikuti musim. Kalau musim main perang-perangan, katong biking pata-pata yang bambunya diambil di kampung dekat Kuda Mati. Pohon bulu (bambu) memang banyak di situ. Pistol-pistolnya kadang katong biking dari papan bekas yang pelurunya dari terong hutan. Katong juga bikin topi dan pakaian dari daun-daun pohon gandaria yang disambung dengan lidi. Mirip orang-orang Indian.

Kalau tiba musim layang-layang, katong bikin layang-layang sendiri. Bambunya kalau seng pi cari di hutan, katong pakai potongan-potongan bambu bekas pangkuku atau bambu yang ditemukan di jalan. Katong malah pernah cari uang dengan cara menjual layang-layang.

Jang tanya lai soal prakarya skolah, su pasti katong biking sandiri. Bikin bangau dari gaba-gaba yang bulunya pakai bulu-bulu ayam atau biking topeng dari koran bekas yang dicetak di atas cetakan semen. Jadi musti bikin cetakan semennya lebih dulu kemudian dijemur.

Kalau cetakannya su karing, baru mulai batempel kertas mengikuti pola topengnya. Supaya korannya malengket, kertas-kertas itu direndam dalam air papeda yang encer. Fungsi papeda di sini sebagai lem. Menutup pola topengnya itu harus penuh. Nanti dijemur lagi. Saat kering, topeng itu mudah diangkat dari cetakannya. Supaya lebih bagus, dicat dengan warna-warna menarik.

Karena suka menggambar, beta juga bikin topeng yang inspirasinya dari tokoh-tokoh komik. Batman, Robin, Laba-laba Merah (Spiderman), Hulk dll. Warnanya, semula beta pakai spidol. Tapi suatu ketika beta kehabisan warna hitam, akhirnya beta pakai arang panta tacu (panci). Topeng-topeng dari karton bekas dus rokok ini rupanya disukai teman-teman. Beta lalu bikin sesuai pesanan. Dijual. Laku. Lumayan, dapat uang jajan hehehe.

Kreativitas itu memang bisa dikasi harga. Beta dengan kakak-kakak suatu ketika jualan bunga gula (permen) berhadiah. Ini permen biasa, cuma sudah dimodifikasi. Di dalam permen itu ada tulisan, sesuai hadiahnya. Kalau pembeli tidak dapat hadiah, ada juga tulisannya: belum beruntung atau coba lagi. Daya tarik permen ini memang ada di hadiahnya, sekaligus permainannya. Bikin pembeli penasaran, deg-degan, dan senang kalau dapat hadiah besar yang diincarnya.

Pembeli yang berpengalaman kadang pintar. Dia su tau ciri-ciri permen yang punya hadiah besar atau yang berhadiah. Kalau hadiahnya semua sudah didapat, maka praktis sisa permen seng laku. Mana mau orang beli permen berhadiah tapi hadiahnya sudah tidak ada? Nah, ini risiko bagi penjualnya.

Seng kurang akal, beta deng kakak pung cara mengantisipasi agar permen laku sampai habis. Hadiah sebagai daya tarik harus tetap ada, tersedia. Maka, begitu katong pulang beli permen-permen itu, katong seng langsung jual. Tapi di bawa ke atas loteng lalu dibongkar permennya. Katong kasi kaluar hadiah-hadiah besar atau hadiah-hadiah tertentu yang jadi daya tariknya. Cara ini cukup jitu tapi sadiki tipu-tipu. Ampong jua.

Belajar dari jualan permen berhadiah ini, katong lalu bikin kreasi sendiri. Jual telur asin berhadiah. Caranya, telur asin direbus, lalu di salah satu ujungnya diberi nomor. Kemudian, pada bagian yang ada nomornya diletakkan tersembunyi dalam wadah eggtray (rak telur).

Pembeli dilarang membolak-balik telur, karena dia akan tau telur yang berhadiah. Dia cukup melihat-lihat, menerka-nerka, lalu mengambil salah satu telur yang diduga punya nomor berhadiah. Kalau dia gagal, seng dapat hadiah, paling tidak dia dapat telurnya. Apalagi telurnya su masak, jadi dia bisa langsung makan telur itu. Pedagang untung, konsumen seng kecewa hehehe.

Makassar, 22 April 2021

21366644 10210234502844606 4247344537988505485 o

Penulis: Rusdin Tompo (warga Makassar kelahiran Ambon)

 


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Kue/Cookies Enak Berkualitas dari Inggrid Bakery & Pastry

Berita Serupa

Back to top button