Bakti Sosial Kemensos 2026: Malra Siapkan RSUD Karel Sadsuitubun Jadi Pusat Operasi Katarak
potretmaluku.id – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berupaya memperluas dampak jangkauan program jaminan sosial dengan membuka ruang bagi kabupaten dan kota lain di Provinsi Maluku untuk terlibat dalam Bakti Sosial Terintegrasi bentukan Kementerian Sosial.
Kebijakan inklusif ini diambil setelah serangkaian persiapan teknis digodok bersama lintas instansi dan Sentra Meohai Kendari guna menyambut kunjungan kerja Menteri Sosial pada pertengahan April mendatang.
Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tenggara, Titus Betaubun, mengonfirmasi bahwa cetak biru pelaksanaan bakti sosial ini telah dimatangkan sejak awal bulan.
Langkah awal dimulai lewat rapat koordinasi daring pada 6 Maret 2026 bersama Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia dan Sentra Meohai Kendari, yang kemudian berlanjut pada pertemuan teknis tata laksana medis tiga hari berselang.
“Rapat lanjutan melibatkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku selaku ahli operasi katarak, RSUD Karel Sadsuitubun, hingga pendamping sosial Kementerian Sosial wilayah setempat guna merinci mitigasi risiko di lapangan,” ujar Titus kepada wartawan pada Rabu, 26 Maret 2026.
Salah satu fokus utama perhelatan ini adalah operasi katarak massal. Otoritas kesehatan setempat bergerak cepat dengan menggelar skrining awal di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Maluku Tenggara sejak 10 Maret lalu, menyusul instruksi resmi dari Plh. Sekretaris Daerah dan Dinas Kesehatan setempat.
Berdasarkan data mutakhir, proses penyaringan tersebut telah mengidentifikasi sedikitnya 210 warga yang memenuhi syarat medis awal.
Proses pendataan sengaja diintegrasikan dengan sistem Google Form agar pemantauannya terkoneksi langsung ke pangkalan data Kementerian Sosial di Jakarta.
“Hasil skrining sebanyak 210 orang tersebut selanjutnya akan masuk ke tahap asesmen oleh aparatur sipil negara P3K Kemensos. Langkah ini penting untuk memverifikasi kelengkapan administrasi dan memastikan persetujuan tindakan operasi dari pasien,” kata Titus menambahkan.
Merujuk pada jadwal sementara, rombongan Kementerian Sosial bersama Direktur SCTV Indonesia dijadwalkan mendarat di Langgur pada 15 April 2026 dan berada di lokasi hingga keesokan harinya.
Jika jumlah pasien yang terjaring melampaui angka 250 orang, tim dokter spesialis disiapkan untuk menggelar operasi maraton selama tiga hari penuh di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.
Di luar penanganan katarak, bakti sosial ini juga mencakup agenda khitanan dan nikah massal yang akan digelar serempak di sejumlah titik.
Titus menjelaskan, penentuan lokasi di luar rumah sakit masih dikoordinasikan dengan Bupati Maluku Tenggara agar tetap berada dalam radius yang mudah diakses oleh para penerima manfaat.
Guna mengantisipasi keterbatasan alat, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku berkomitmen memasok kebutuhan logistik medis yang belum tersedia di tingkat kabupaten.
Aspek geografis Maluku yang didominasi kepulauan turut memicu pemerintah daerah menyiapkan skema penampungan khusus. Warga yang berdatangan dari pulau-pulau terluar atau kawasan pelosok akan difasilitasi tempat tinggal sementara selama masa penanganan dan pemulihan pascaoperasi.
Titus menegaskan bahwa ruang partisipasi bagi daerah lain terbuka lebar mengingat Maluku Tenggara ditunjuk sebagai pusat pelaksana untuk wilayah kerja Sentra Meohai Kendari yang membawahi area Maluku, Maluku Utara, dan Sulawesi.
Demi memanfaatkan peluang ini, ia menyarankan dinas sosial dan dinas kesehatan dari kabupaten atau kota tetangga di Maluku untuk segera membangun komunikasi intensif dengan Direktorat Meohai.
“Sesuai arahan Bupati, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi kabupaten dan kota lain di Maluku untuk ikut serta memanfaatkan momentum program pusat ini,” tutur Titus.(TIA)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



