MalukuMaluku UtaraPendapat

AMGPM Berkolaborasi Bina Sineas Muda

PENDAPAT

Fesfip AMGPM 2023 didukung oleh para Juri yang berkompeten di bidangnya. Seperti tahun sebelumnya, dua juri yang dihadirkan adalah Irfan “Iphank” Ramli dan Zairin “Embong” Salampessy.

Irfan Ramli dikenal sebagai scriptwritter sekaligus produser paling produktif, dan banyak menghasilkan film layar lebar yang sering dijumpai di Studio XXI. Sebut saja Cahaya dari Timur Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat dari Praha, Melankolia, Keluarga Cemara dan teranyar ada Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang (JJJLP).

Embong Salampessy adalah nama yang tidak asing lagi di kalangan jurnalis, aktivis dan pegiat perdamaian di Kota Ambon (Maluku). Lelaki beristri perempuan Batak ini, memiliki sederet pengalaman hingga ke level internasional.

Kolaborasi Iphank dan Embong memberikan nilai lebih bagi penyelenggaran Fesfip AMGPM, dengan kapasitas dan sumber daya yang dimiliki oleh mereka berdua.

Pada sesi Mentoring and Technical Meeting yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu 10 Juni 2023, Embong menyampaikan bahwa kualitas script film yang diterima mengalami peningkatan. Menurutnya ada script yang dilakukan berdasarkan riset namun ada pula hasil imajinatif. Jumlah peserta dan ide ceritapun semakin berkembang.

WhatsApp Image 2023 06 10 at 15.27.05
Penulis (kiri) bersama rekan panitia Fesfip AMGPM 2023 Pdt. Nadia Manuputty (kedua kiri), dan juri Fesfip Irfan “Iphank” Ramli (kedua kanan) serta Zairin “Embong” Salampessy (kanan).(Foto: Dok. Panitia)

Sedangkan Iphank memberikan beberapa catatan penting untuk memboboti proses pembuatan film. Dia menggarisbawahi bahwa film adalah output atau manifestasi dari ide dan konsep, yang mau dikembangkan.

Karena itu penting sebuah perencanaan dan mengerjakan film. Beberapa catatan yang diberikan menunjukan bahwa Iphank memang ahli di bidangnya sebagai Produser Film di level Nasional.

Ketua Umum AMGPM, Bung Eky Sairdekut dalam arahannya memberikan apresiasi kepada para peserta festival, yang mengikuti seluruh proses dan mau sungguh-sungguh mengasah diri, dalam kerja-kerja kreatif di dunia perfilman.

Dirinya mengharapkan agar ke depan, ada peserta Fesfip yang disekolahkan atau dimagangkan, untuk menambah pengetahuan di bidang cinematography dari proses ini. Sehingga ada kader-kader AMGPM yang bekerja di dunia Perfilman secara Profesional.

Untuk diketahui bahwa setelah Mentoring and Technical Meeting selesai dilakukan, maka peserta akan masuk dalam proses pengerjaan Film, yang nantinya akan dipublikasikan pada pertengahan Agustus hingga awal September 2023.

Penganugerahan Pemenangnya akan berlangsung pada pertengahan September 2023.(*)

 

 


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button