potretmaluku.id – Polemik mengenai bonus atlet peraih medali pada PON Bela Diri mendapat tanggapan tegas dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku. Ketua Umum KONI Maluku, Sam Latuconsina, memastikan kabar yang menyebut bonus atlet tidak jelas atau bahkan “gelap” adalah informasi yang tidak benar.
Menurutnya, KONI Maluku sejak awal telah mengalokasikan anggaran khusus untuk bonus atlet dan pelatih yang berhasil mengharumkan nama daerah di ajang PON Bela Diri. Persoalan yang terjadi bukan karena bonus tidak tersedia, melainkan pencairannya masih menyesuaikan kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami defisit anggaran.
“Bonus PON Bela Diri merupakan tanggung jawab KONI Provinsi Maluku dan sudah kami anggarkan. Atlet juga sudah mengetahui bahwa bonus itu akan diberikan. Hanya saja, kita memahami kondisi saat ini karena adanya defisit anggaran,”ujar Latuconsina, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, besaran bonus telah ditetapkan berdasarkan capaian medali yang diraih atlet. Peraih medali emas akan menerima bonus Rp25 juta, peraih medali perak Rp20 juta, sedangkan peraih medali perunggu memperoleh Rp15 juta.
Selain atlet, para pelatih yang mendampingi kontingen Maluku juga telah disiapkan bonus dengan nilai yang sama, yakni Rp5 juta untuk setiap pelatih.
Latuconsina menegaskan, seluruh kebutuhan anggaran telah dihitung dan dipastikan mampu mengakomodasi seluruh atlet maupun pelatih yang berhak menerima penghargaan tersebut.
“Total anggaran bonus yang kami siapkan untuk atlet dan pelatih PON Bela Diri sekitar Rp215 juta. Saya kira jumlah itu sudah cukup untuk mengakomodasi seluruh penerima bonus,”katanya.
Ia berharap informasi yang berkembang di tengah masyarakat tetap mengedepankan fakta, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan atlet maupun publik. KONI Maluku, lanjutnya, tetap berkomitmen memenuhi hak atlet sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah mereka persembahkan bagi daerah.
Hal senada juga disampaikan Kabid Binpres KONI Maluku, Levinus Kariuw. Levi menegaskan, anggaran tersebut telah ditandatangani rincian anggarannya oleh Ketua Umum KONI dan telah disetujui DPRD Maluku, tinggal menunggu pencairan dana ke rekening KONI Maluku.
“Dana itu sudah disetujui DPRD, sudah ada. Tinggal tunggu dicairkan. Begitu masuk ke rekening KONI, langsung kami distribusikan ke atlet dan pelatih, karena PON Kudus itu gawenya KONI,” tegasnya.
Levi juga menepis isu yang mengaitkan bonus untuk Grisha Saimima dengan status anak baptis Gubernur. Dia menegaskan bahwa bonus yang diberikan kepada Grisha itu dari pribadi Hendrik Lewerissa, bukan dari anggaran Pemprov Maluku.
“Bonus itu pribadi dari Pak Hendrik Lewerissa, bukan dari Pemerintah Provinsi. Hanya karena melekat jabatan Gubernur, jadi penyerahannya tidak mungkin dilakukan di rumah pribadi beliau,” jelasnya.
Menurut Levi, membangun olahraga Maluku semestinya tidak dilihat secara subjektif. Untuk itu, dia meminta supaya atlet peraih medali di PON Bela Diri Kudus untuk tidak berkecil hati. Sebab dana bonus dipastikan tetap akan disalurkan begitu proses pencairan dari provinsi ke kas KONI rampung.
“Dananya sudah siap, sudah ready. Kita hanya menunggu turun dari provinsi masuk ke kas KONI, pasti langsung kami distribusikan. Itu sudah janji kami,” tegasnya.
Dia menyayangkan munculnya polemik yang mengaitkan penyaluran bonus dengan dugaan subjektivitas Gubernur. Pertanyaan seputar anggaran keolahragaan harusnya disampaikan lebih dulu ke KONI sebelum berkembang ke publik.
“Kalau ada pertanyaan soal ini, sebaiknya tanya dulu ke KONI. Kalau tidak ada jawaban pasti, baru ke media. Jangan sampai jadi polemik yang tidak perlu,” tandasnya. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



